Monday, 15 April 2019

Kapal pesiar yang singgah di Sabang. (Dok. Istimewa)

Kota Sabang masih tetap menjadi pilihan destinasi kapal wisata berukuran besar sejak beberapa tahun terakhir ini.
Hal ini terbukti semakin seringnya dan semakin meningkatnya angka kunjungan kapal-kapal wisata seperti cruise dan yacht ke daerah setempat.
Dijadikannya Sabang destinasi bagi kapal-kapal wisata, menjadi dasar yang kuat untuk menuntut Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Sabang (BPKS) untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan pelabuhanan, dalam upaya menciptakan kesan nyaman-aman dan nyaman bagi para turis yang berkunjung ke kota sabang via jalur laut.
“BPKS akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan menciptakan rasa aman, nyaman selama singgah di Kota Sabang ini,” ujar Plt Kepala BPKS, Razuardi dalam siaran pers BPKS, Minggu (14/4) usai menyambut kunjungan Kapal Pesiar MS Europa yang tiba di kota Sabang pagi tadi.
Razuardi kembali menyampaikan, Kota Sabang memiliki potensi wisata yang dapat di andalkan dan memiliki nilai jaul yang tinggi ke pasar dunia.
Karenanya, dengan semakin meningkatnya kunjungan cruise dan Yacht ke Kota Sabang ini, tentunya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Komersial dan Investasi, Agus Salim menambahkan, pihaknya kedepan juga akan menargetkan setiap bulan bisa dikunjungi minimal satu kapal. Dan bila hal ini tercapai tentunya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan dari sisi fasilitas, BPKS akan terus berbenah, dimana ada kekurangan akan dibenahi. Begitu juga dengan koordinasi pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Provinsi, Travel Agent, Tour Guide serta pihak-pihak pelaku pariwisata di Kota Sabang ini, sehingga kedepan benar-benar layak sebagai destinasi Cruise Dunia.
“Saat ini cukup memadai untuk menghandle cruise-cruise besar, dimana Dermaga milik BPKS memiliki panjang lebih dari 400 meter dan memiliki laut yang dalam. Namun yang terpenting, pelabuhan kita telah memiliki sertfikat ISPS-Code tentang keamanan pelabuhan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Kapal Pesiar MS. Europa baru pertama sekali singgah di Kota Sabang. Kapal ini memiliki panjang 198 meter dan memiliki bobot 28.890 Gross Register Tonnage (GRT).
Kapal ini dinahkodai oleh Capt. Hartmann Olaf Otto, mengangkut 626 orang yang terdiri dari 347 Penumpang dan 297 Kru kapal. Sebelumnya kapal ini berlayar dari Ko Adang Thailand, dan akan melanjutkan pelayaran ke Srilangka.
Pada sesi penyambutan, BPKS juga ikut melibatkan unsur Forkompimda, Kadis Pariwisata Provinsi, Pemko Sabang,  Travel Agen, Tour Guide, Organda, Permosa (Asosiasi Kendaraan Rental-red) dan para pedagang yang ikut terlibat dalam Bazar yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Aceh.[] Sumber: Kanalaceh.com
(Dok. Istimewa)
Kapal Pesiar Europa Cruise berbendera Bahamas, bersandar di pelabuhan CT 3 Sabang, Minggu (14/4).
Kapal yang dinakhodai oleh Kaptain Hartmann Olaf Otto ini membawa 332 penumpang dan 260 anak buah kapal. Kedatangan kapal pesiar ini, disambut oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) serta Kepala Dinas Pariwisata Aceh dan Pejabat lainnya.
Plt Kepala BPKS, Razuardi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan segala alat transportasi, bagi wisatawan yang ingin mengunjungi berbagai destinasi di Sabang.
Pihaknya juga menyiapkan counter dest information, menggelar bazar wisata cruise. Kegiatan kunjungan turis ke beberapa destinati dan objek para turis langsung menggunakan jasa organda taxi, becak.
“Kami juga menyiapkan beberapa petugas tour Guide yang sudah kami siapkan di pelabuhan untuk memfasilitasi komunikasi pelyanan jasa tranportasi,” ujarnya.
BPKS dan Pemerintah Kota Sabang terus melakukan promosi, potensi wisata bahari kepada wisatawan mancanegara guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Para penumpang kapal pesiar yang turun dari kapal menyempat diri berkunjung ke berbagai objek wisata laut pantai Iboih dan Sumur Tiga yang menghadap ke Samudera Hindia dan Selat Malaka dan wisata heritage, seperti Benteng-Benteng Jepang. Selanjutnya kapal ini pada Pukul 18:00 WIB akan kembali melanjutkan perjalanannya menuju Colombo.
Sejak Januari hingga April 2019, sebanyak lima kapal pesiar sudah bersandar di Sabang, Aceh. Kapal itu adalah MS Seabourn Soujourn, MS Seven Saes Mariner, MS Silver Discoverer, MS Albatros dan MS. Europa. “MS Europa selanjutnya akan melanjutkan mengarungi Samudera Hindia dan Selat Malaka sampai ke tujuan di Colombo, Sri Lanka,” kata Razuardi.
Setelah MS Europa, menurut Razuardi sesuai konfirmasi kepala Manajemen Unit Pelabuhan, akan ada kapal pesiar lain yang sudah mengkonfirmasi bakal sandar di Sabang hingga akhir 2019 nanti.
Kapal pesiar itu antara lain, MS Azamara Quest, MS Seabourn Encore, MS Boudicca, Marella Discovery, dan MS Seabourn Ovation.
BPKS mencatat, kunjungan kapal pasiar dari mancanegara ke Sabang akan terus bertambah seiring semakin gencarnya promosi yang dilakukan oleh BPKS, Dinas Pariwisata Aceh, Dinas Pariwisata Sabang serta Kementerian Pariwisata serta pihak swasta khususnya yang bergerak di bidang travel.

Tuesday, 25 September 2018

Makanan Memek Khas Simeulue yang Melegenda

Memek, kuliner khas Simeulue. (Dok. Kanalaceh.com)
Sinabang - Setiap daerah memiliki makanan khas sendiri, begitu juga dengan Kabupaten Simeulue, Aceh, yang kaya akan budaya dan wisata kuliner. Salah satu makanan khasnya (maaf) bernama memek.

Ketika mendengar kata memek, mungkin yang terbayang dibenak ialah konotasi negatif. Namun memek yang dimaksud ialah makanan khas di pulau paling barat Indonesia ini.

Makanan tradisional Simeulue ini terbuat dari beras ketan putih yang digongseng, pisang, santan dan gula. Lalu di campur dan di tumbuk menggunakan batang pisang atau bahan yang keras agar bahan bakunya halus.

Ketika kanalaceh.com mencicipi makanan ini, rasanya manis. Aroma pisangnya terasa. Makanan Memek ini persis seperti bubur, yang membedakannya ialah perpaduannya dengan beras ketan yang digongseng, membuat makanan ini seperti ada kriuk-kriuknya.

Makanan ini biasanya disajikan ketika acara buka puasa bersama, acara lebaran, dan acara pesta. Makanan memek merupakan makanan peninggalan raja yang sudah ada sejak zaman dulu di Simeulue. Selain itu, juga menjadi hidangan kehormatan bagi para tamu yang berasal dari luar.

“Di Simeulue paling dicari itu makanan yang terbuat dari pisang, beras ketan yaitu memek, itu makanan tradisional disini yang masih tetap eksis, ” kata Wakil Bupati Simeulue, Afridawati di Pantai Matanurung, Simeulue, Aceh, pada Kamis (26/10).

Diakui Afridawati, makanan memek ini terbilang sulit untuk menemuinya di Simeulue. Sebab, makanan ini sudah jarang ada yang menjajakannya di warung atau toko milik warga. Kecuali, pengunjung memesannya terlebih dulu.

Namun, pihaknya sudah merancang agar makanan khas daerah penghasil lobster ini bisa ditemui dan selalu ada setiap saat. “Kita upayakan agar makanan ini siap saji, agar pengunjung tidak kesulitan untuk menemukannya, ” ujarnya.

Salah seorang Wisatawan, Putri Natasya, setelah mencicipi makanan memek, mengaku kuliner ini mampu memanjakan lidah pengunjung. “Meskipun namanya agak aneh ya, tapi rasanya enak, manis, dan tidak eneg dimulut, “ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh kanalaceh.com mengenai harga per porsi, memek ini sempat ada yang menjual seporsinya Rp 10 ribu.[] Sumber: Kanalaceh.com

Monday, 24 September 2018

Peserta Spesial Camping 100 Tenda Nikmati Pesona Lut Tawar

Dok. Disbudpar Aceh

Takengon - Spesial Camping 100 Tenda yang berlokasi di Desa Ujung Nunang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (22/9/2018), memang spesial, selain jumlah peserta yang melebihi target, pesona view Danau Lut Tawar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Danau Laut Tawar memiliki cerita tersendiri.

Even ini merupakan rangkaian dari Gayo Alas Festival Mountain Internasional 2018 (Gamifest) yang digelar di Aceh Tengah sejak 14 September lalu. Dan akan menyambangi 3 kabupaten lagi di dataran tinggi Gayo, seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara yang akan berakhir pada 24 November akan datang (info bisa dicek di kalender Gamifest 2018 yang ada di Web Disbudpar Aceh www.budpar.acehprov.go.id).

 "Kita tidak menduga kalau antusiasnya peserta yang ingin ikut Camping 100 Tenda. Dari 100 tenda yang kami sediakan, kini sudah 120 tenda. Mereka mendaftar melalui media sosial, ada yang dari Padang, Jakarta, Medan, Siantar, Langsa, Lhokseumawe, Subulussalam, Banda Aceh, hingga Kuala Lumpur-Malaysia," papar Kasie Pengembangan Segmen Pasar Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah, S.Sos, MM di Takengon, Minggu pagi (22/9/2018).

Lanjutnya, lokasi tenda dipisah antara lelaki, perempuan, keluarga, dan Genpi (Generasi Pesona Indonesia). Selain itu juga di lokasi kegiatan yang dikelilingi Danau Laut Tawar disediakan dua unit Ambulance Coffeshop, toilet, tempat whuduk, dan Musalah. Para peserta juga kata Lela diminta, selain untuk menjaga kenyamanan, juga menjaga kebersihan dengan disediakannya plastik-plastik sampah. 

"Pagi ini peserta diajak berolahraga bersama dan kemudian melakukan penanaman pohon di Ujung Nunang," kata Lela.

Wisatawan dalam negeri ada juga beberapa wisatawan dari negara tetangga yaitu Malaysia.

Selain camping, peserta juga dapat dikenalkan dan menikmati menikmati musik tradisional, kesenian khas masyarakat Gayo Didong, dan juga tari Saman dari Gayo Lues, Aceh, yang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Bukan hanya itu panitia juga menyiapkan beragam kegiatan lain, seperti teatrikal dan game-game menarik lainnya.

"Pak Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, juga ikut mengikuti dan memantau semalam,  beberbagai rangkaian budaya dan kesenian, juga live musik digelar. Alhamdulillah peserta sangat tertib dan mengikuti aturan yang telah disepakati, mengikuti syariat Islam. Juga peserta keluarga kita lihat juga bisa menikmati even ini bersama anak-anak mereka, apalagi saat melepaskan lampion dan membakar api unggun," ujar Lela Lagi,

Ketua panitia camping 100 tenda, Ridwansyah menambahkan, acara ini sangat diminati oleh para peserta. Kali ini para peserta yang rela membawa tenda sendiri, agar bisa mengikuti Camping 100 Tenda. 

"Mereka para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Camping 100 Tenda ini, para peserta yang hadir bukan hanya muda mudi melainkan peserta yang membawa keluarga, selain itu para peserta yang ikut camping 100 tenda ini juga ada yang datang dari negara tetangga kita yaitu Malaysia, mereka disini (Gayo) sudah lima hari di Takengon dan melihat beragam objek wisata dan budaya masyarakat Gayo," kata ketua panitia Ridwan, Minggu malam (23/9/2018).

Dia menambahkan, dalam kegiatan ini Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan daerah sangat mendukung penuh acara tersebut, lantaran Camping 100 terus digemari para peserta, dan dia berharap kedepannya melalui pemerintah daerah dan provinsi terus mendukung kegiatan positif ini.

"Saya pribadi pemerintah terus mendukung dan menentukan tanggal acara ini untuk kegiatan tahunan bahkan kalau bisa 6 bulan sekali diadakan," demikian ujarnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kadisbudpar Aceh, Drs. Amiruddin M.Si dan juga dihadiri Kadisparpora Aceh Tengah, Khairuddi  Yose, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, M. Bus. Dalam pidato singkatnya, Amiruddin meminta kepada peserta Spesial Camping 100 Tenda agar ikut mempromosi dan eksplor ragam keindahan objek wisata di Aceh Tengah melalui media sosial.[] Rilis
Rangkaian Gamifest 2018

55 Club Ikut Lomba Dayung Perahu Tradisional

Dok. Disbudpar Aceh

Takengon - Sebanyak 55 club dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mengikuti Lomba Dayung Perahu Tradisional di Krueng Peusangan, Kampung Boom, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (22/9/2018). 

Kegiatan ini merupakan rangkaian Gayo Alas Mountain International Festival (Gamifest) yang sudah dimulai sejak 14 September dan berakhir pada 24 November mendatang yang tersebar di 4 kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara (informasi lengkap bisa dilihat di Web Disbudpar Aceh www.disbudpar.acehprov.go.id).

Ketua Panitia Pelaksana Jaesan dalam sambutannya mengatakan, lomba yang terbagi dua kategori umum (18 tahun ke atas) dan Kategori Pelajar (14-17 tahun) memperebutkan hadiah dengan total Rp12 juta. Sedangkan panjang garis star hingga finis dengan sekali putaran sepanjang 500 meter. Kegiatan ini sendiri berlangsung hari ini dan Minggu besok (23/9/2018).

"Setiap rest akan dilepas empat club dengan perahu yang telah disediakan panitia dan juga tim SAR dari TNI maupun masyarakat ikut mengawasi keselamatan peserta yang juga kita wajibkan mengenakan baju pelampung," jelasnya.

Reje Kampung Boom, Azhar Tamat, sebagai tuan rumah lokasi kegiatan dalam pidato singkatnya mengucapkan terimakasih karena Disbudpar Aceh telah mempercayakan kampungnya sebagai tuan rumah pada rangkaian Gamifest 2018 Lomba Dayung Perahu Tradisional.

"Saya berharap, masyarakat kami terus dibina dan diberi wawasan tentang sadar wisata. Karena membangun satu kampung wisata tidak mudah tanpa dukungan warganya," ujar Azhar Tamat.
Dok. Disbudpar

Sementara itu, Plt Kadisbupar Aceh. Drs. Amiruddin M.Si yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M.Bus, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Gamifest  2018 melibatkan masyarakat lokal mempersiapkan segala kegiatan. Dan dia juga meminta masyarakat setempat untuk terus mendukung setiap kegiatan Gamifest, yang baru pertama kali diadakan ini.

"Gamifest 2018 dari, oleh, dan untuk rakyat. Ini salah satu cara kita membantu masyarakat sadar wisata. Kegiatan Gamifest ini dapat terlaksana salah satunya di Aceh Tengah, setelah mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh. Tujuannya, kita ingin dengan adanya Gamifest, wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi Gayo meningkat," kata Rahmadhani.

Pada star pertama Lomba Dayung Perahu Tradisional dilepas startnya oleh Plt Kadisbupar Aceh. Drs. Amiruddin M.Si yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M. Bus, Pengembangan Segmen Pasar, Nurlaila Hamjah, S.Sos, MM, dan mewakili unsur Muspida Aceh Tengah, Pasie Ops Kodim 0106/Ateng, Usep Haeruddin.

Selain lomba perahu tradisional, pada akhir pekan ini juga terdapat sejumlah acara Gamifest lainnya di Aceh Tengah seperti Jetski exhibition, Spesial Camping 100 Tenda, Gathering Pesona Indonesia serta Babak Semifinal dan Final Pacuan Kuda Tradisional Gayo.[] Rilis

Agenda Gamifest 2018: Eksibisi Jet Ski Sangat Diminati Wisatawan

Dok. Disbudpar Aceh
Takengon - Eksibisi jet ski sangat digemari wisatawan lokal maupun pun luar daerah, lantaran baru kali ini olahraga air tersebut dilaksanakan di Danau Lut Tawar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Danau Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.  Selain itu warga yang menonton pun diperkenankan untuk mencoba olahraga jet ski ini gratis dengan yang didampingi ahlinya. Terlihat Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus SKM, dan  Kadisparpora, Khairuddin Yose, ikut mencobanya.

Eksibisi jet ski merupakan rangkaian agenda kegiatan Gayo Alas Mountain Internasional Festival 2018 (Gamifest), yang meliputi 4 Kabupaten dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara yang akan berlangsung hingga 24 November 2018 akan datang, dengan berbagai rangkaian agenda wisata lainnya (lebih lanjut bisa dilihat di Web Disbudpar Aceh).

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Drs. Amiruddin M.Si didampingi Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M. Bus dan Kasi Analisa dan Pengembangan Segmen Pasar, Nurlaila Hamjah, S.Sos, MM, mengatakan, Danau Laut Tawar memiliki keindahan yang luar biasa yang bisa dikembangkan dengan sarana water sport seperti jet ski hari ini.  

"Semua tergantung masyarakatnya. Kami dalam hal ini pemerintah hanya sifatnya memfasilitasi dan sekaligus mendorong, agar industri pariwisata geliatnya dapat dihidupkan di Aceh Tengah ini. Karena pariwisata sekarang ini sangat menjanjikan, bisa menjadi  pendapatan asli daerah (PAD) yang selama ini bergantung dengan hasil perkebunan kopi, serta dapat meningkatkan perekonomian berbasis kerakyatan," ujarnya.

Ella Fitriani wisatawan yang berkunjung untuk melihat olahraga jet ski ini mengatakan, dirinya sangat terhibur dengan adanya kegiatan ini, lantaran baru kali ini jet ski dimainkan di danau.

"Saya dan anak saya sangat terhibur dengan kegiatan eksibisi jet ski ini, lantaran baru melihat olahraga air ini dimainkan di tepi danau lut tawar," ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Aceh Tengah khususnya agar bisa mengadakan alat jet ski ini di danau lot tawar, guna untuk menarik para wisatawan lokal dan luar daerah, khususnya wisatawan mancanegara.

"Semoga dengan adanya kegiatan Gamifest ini dan beragam kegiatan yang diadakan bisa lebih banyak lagi menarik hati wisatawan untuk berkunjung ke Dataran Tinggi Gayo, dan berharap kepada pemerintah daerah agar bisa memasukan anggaran untuk membeli jet ski untuk dijadikan olahraga air di sini," harap Ella kepada media ini.

Disisi lain ketua sekretariat panitia Gamifest 2018 Zulpan Diara Gayo menambahkan, pihaknya kedepannya dengan adanya aktraksi jet ski ini akan berupaya untuk mengadakan alat olahraga air ini dan akan dibahas lebih lanjut setelah kegiatan ini selesai.

"Kita juga akan berupaya mengadakan alat jet ski untuk olahraga air yang akan di tempatkan di danau lot tawar ini, agar daya tarik wisatawan di Gayo bisa terus bertambah," tandas Zulpan Diara Gayo.[] Rilis

Sunday, 2 September 2018

Para Peselancar Dunia Dipeusijuk Sebelum Turun Laut 

Para Peselancar Dunia Dipeusijuk Sebelum Turun Laut. (Doc. Istimewa)
Simeuelue - Para peselancar dunia dilakukan Peusijuk (tepung tawar) sebelum mereka turun ke laut untuk melakukan surfing. Peusijuk umumnya dilakukan masyarakat Aceh sebagai bentuk syukur terhadap keselamatan dan kesuksesan setiap yang ingin di raihnya. 

Prosesi tepung tawar terhadap para peselancar yang berasal dari 14 negera di dunia oleh Wakil Bupati Simeulue, Afridawati dan Azizah Nur perwakilan dari Disbudpar Aceh. Selain peusijuek, juga disuguhkan berbagai tarian tradisional Simeuelue, seperti tarian pemulia jamee, debus dan nanadong yang diiringi biola dan gendang. 

“Kami sangat senang berselancar di pantai-pantai di Simeulue. Ombaknya bagus dan pantainya alami. Kami senang bermain di lokasi yang alami,” kata Ketua Word Surf Surf (WSL), Steave Robenson ketika memberi sambutan pada pembukaan Aceh Internasional Surfing Championship (AISC) ke IV di Pantai Matanurung, Sabtu (1/9).

Steave juga mengaku senang karena setiap tahun ada AISC digelar di Kabupaten Simeulue. Ia berharap agar even serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya.

"Kami mengagumi lokasi surfing di wilayah pantai Kabupaten Simeulue. kami datang ke sini untuk berselancar, kami ingin cepat cepat bisa turun ke laut," sebutnya. 

Wakil Bupati Simeulue, Afridawati mengaku Pemerintah Simeulue akan terus meningkatkan angka kunjungan wisatawan manca negara. dengan melakukan gebrakan - gebrakan lain dalam yang bisa mengundang daya minat wisatwan untuk ke Simeulue.

"Kami akan terus meningkatkan kunjungan wisatwan manca negara. Ke depan selain surfing juga akan ada kunjungan kapal layar "yacht" dengan cara menyuguhkan wisata laut yang tradisional, semoga Pemerintah Aceh dan Kementrian Pariwisata akan terus mendukung dari banyak sisi," harap Afridawati. 

Sementara perwakilan Disbudpar Aceh, Azizah Nur juga menambahkan, pihaknya dari provinsi akan selalu menyupport setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Disbudpar Simeulue untuk tujuan promosi wisata di kabuten itu. 

“Untuk tujuan promosi wisata, kita dari provinsi akan terus mendukung kegiatan wisata yang digelar di Simeulue ini, begitu juga untuk kabupaten/kota lainnya di Aceh,” ujar Azizah.[] Rilis

Kemenpar RI: Simeulue Aceh Dongkrak Kunjugan Wisatawan Indonesia

Salah seorang Aceh International Surfing Championship (AISC) - Simeulue Pro 2018  di Pantai Matanurung, Simeulue. (Doc. Istimewa)
Simeulue - Asisten Deputi Bidang Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata RI, Drs. Alexander Reyaan MM mengatakan, Simeulue, Aceh salah satu kabupaten di Indonesia yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. 

Hal itu tidak terlepas dari panorama alam dan wisata bahari yang dimiliki dan juga menjadi salah satu objek wisata Surfing dari sepuluh pantai di indonesia. Dengan sokongan kunjungan wisatawan di Simeulue, kini kunjungan wisatawan mancanegar di Indonesia sudah di angka 15 juta atau 2 juta lagi sudah mencapai 17 juta bahkan lebih. 

“Pantai di Simeulue salah satu pantai di Indonesia yang mampu mengundang wisatawan manca negara,' kata Alexander pada opening Aceh International Surfing Championship (AISC) - Simeulue Pro 2018  di Pantai Matanurung, Simeulue, Sabtu (1/9).

Kata Alexander, Wisata di Simeulue harus terus dipromosikan. Lokasi wisata di Simeulue tinggal pemanfaatannya saja. Aceh International Surfing Championship - Simeulue Pro 2018 digelar secara resmi World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) menjadi sebuah bukti nyata bahwa Laut Simeulue memiliki standar internasional dalam surfing. 

“Simeulue masuk dalam 10 lokasi surfing di Indonesia yang ditetapkan pemerintah karena hampir seluruh pantainya bisa dijadikan tempat berselancar. Dengan adanya even- even seperti AISC ini alam Simeulue akan terus dikenal oleh dunia. dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan akan terus ramai ke Simeulue,” akunya.

Dikatakan, dalam mempromosi wisata bahari membutuhkan tiga unsur penting yakni, aksesibilitas (akses lokasi mudah dijangkau), amenitas (pelayanan) dan atraksi (daya jual). Namun diakuinya untuk atrkasi Simeulue sudah cukup bagus.
Salah seorang Aceh International Surfing Championship (AISC) - Simeulue Pro 2018  di Pantai Matanurung, Simeulue. (Doc. Istimewa)
Oleh karena itu, dirinya akan menyampaikan semua kendala-kendala untuk promosi Kabupaten Simeulue kepada pimpinannya dalam hal ini Menteri Pariwisata.

Kementerian Pariwisata, tambahnya, melihat Kabupaten Simeulue sama dengan daerah lainnya. Tidak ada membeda-bedakan dalam hal promosi wisata baharinya.
Sementara Kadisbudpar Simeulue, Abdul Karim, mengaku, selama ini setiap ada even surfing di pulau penghasil lobster tersebut baru dapat digelar di dua lokasi yaitu, Pantai Moudil atau Nancala, Kecamatan Teupah Barat dan Pantai Indah Manurung, Kecamatan Teupah Tengah. 

Begitupun, di dua lokasi tersebut jaringan internetnya juga masih belum stabil atau belum sempurna dapat diakses dengan baik.“Kondisi jaringan internet masih perlu ditingkatkan, agar promosi lokasi indah lainnya untuk surfing bisa maksimal,” Aku Abdul Karim.

Diakuinya sejak digelarnya AISC di Simeulue dari tahun 2013-2017 (AISC 1-III) kunjungan wisatawan mancanegara terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah AISC IV tahun 2018 ini, kunjungan wisata di Simeulue tentu akan lebih meningkat lagi.

Begitu juga dari segi peserta yang ikut dalam even AISC. Pesertanya terus bertambah, untuk AISC –WLS Simeulue Pro 2018 ini berjumlah 58 perserta dari 14 negara atau jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. “Ini membuktikan surfing di Simeulue semakin dikenal,” ujarnya.[] Rilis

Monday, 27 August 2018

Pucok Krueng, Hulu yang Adem Punya Aceh


Kicauan burung bernyanyi dan desiran suara angin menggoyangkan dedaunan, menghantarkan ketenangan pada pikiran yang jenuh akan urusan dunia. Wewangian tanah serta asrinya aroma pepohonan ditambah sejuknya air dari telaga, memberikan kesegaran bagi tubuh yang lelah. Matapun seolah dicuci dengan indahnya panorama gua dan lereng bukit kapur.

Siapa sangka jika semua itu berada dibalik bukit yang berseberangan dengan sebuah perusahaan besar, industri semen. Tempat itu bernama Pucok Krueng.

Pucok Krueng merupakan salah satu tempat wisata berupa hulu sungai yang terletak di kawasan Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Nama Pucok Krueng sendiri diambil dari bahasa lokal yang memiliki arti ujung atau muara sungai.
Pucok Krueng, Aceh. AKURAT.CO/Ahmad Saifullah
Sungai yang tidak terlalu luas itu memiliki air berwarna biru tosca, menyerupai telaga. Air tersebut berasal dari mata air yang keluar dari bibir gua serta celah-celah tebing bebatuan yang menjadi latar tempat wisata ini.

Gua yang ada di tebing dari Pucok Krueng ini memiliki kedalaman terbilang panjang. Jika disusuri, maka gua itu nantinya akan tembus hingga ke wilayah Amno, Kabuaten Aceh Jaya.

Keindahan panorama alam yang dihamparkan membuat para pengunjung tak ingin melewatkan dan mengabadikan moment-moment saat berkunjung. Bahkan, tak jarang sebagian wisatawan juga terihat menceburkan diri karena tergoda dengan bersihnya air yang bermuara ke Pantai Lhoknga itu.

Untuk dapat menikmati segarnya keasrian alam Pucok Krueng, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.
Pucok Krueng, Aceh. AKURAT.CO/Ahmad Saifullah
Jika beranjak dari pusat Kota Banda Aceh, Anda hanya membutuhkan waktu lebih kurang 25 menit untuk menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer. Tepatnya, perjalanan dari Masjid Raya Baiturrahman menuju kawasan Simpang Tugu Tsunami Mukim Lhoknga, yang ada di jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh.

Setelah sampai di Simpang Tugu Tsunami Mukim Lhoknga, kita harus kembali menempuh perjalanan sejauh 4 Km. Perjalanan yang ditempuh ke dalam bisa sampai 20 menitan. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang berstruktur bebatuan.

Biaya yang dikeluarkan untuk tiket masuk ke lokasi wisara Pucok Krueng hanya dikenakan Rp 5 ribu per pengunjung saja. Dengan biaya yang terbilang terjaungkau itu, para wisatawan sudah bisa menikmati udara dan kesegaran air sungai serta dimanjakan pemandangan tebing-tebing maupun hijau pepohonan. Dan pastinya suasana itu membuat Anda ingin berlama-lama di sana.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Aceh, khususnya ke wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, mungkin Pucok Krueng bisa dipertimbangkan masuk ke dalam rencana tempat kunjunganmu.[] Sumber: AKURAT.co

Peta Lokasi Pucok Krueng, Aceh Besar, Aceh

Monday, 13 August 2018

Destinasi Wisata Bahari Juga Dipamerkan di PKA VII

Doc. Istimewa
Banda Aceh - Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII bukan hanya menampilkan ragam budaya dari seluruh pelosok Aceh. Namun, informasi daerah yang memiliki wisata bahari juga ikut dipamerkan.

Keindahan wisata bahari yang ada di Aceh memang tak perlu diragukan lagi. Setiap daerah pesisir Aceh memiliki keindahan tersendiri dengan destinasi wisatanya. Seperti di Sabang, Pulau Banyak Aceh Singkil, Pulau Simeuleu, Aceh Selatan dan lainnya.

Salah satu yang paling ramai dikunjungi ialah anjungan Sabang. Di situ terdapat informasi wisata yang lengkap dengan miniaturnya. Contohnya, miniatur kapal tua bersejarah yang dulu sempat singgah di Sabang.
Doc. Istimewa
Kemudian, beragam ikan hias yang hidup di karang laut Iboh. Juga dipamerkan dalam akuarium kecil dan bersama biota laut lainnya. Tak hanya itu, informasi destinasi wisata di pulau Weh itu, juga disajikan dalam brosur lengkap dengan penjelasan dan rute perjalanannya.

Sedangkan di Anjungan Simeulue, pihak panitia setempat juga memasang beberapa brosur tentang lokasi wisatanya. Seperti Pantai Busung, Pantai Ganting, Pulau Minceu dan lokasi surfing yang bertaraf Internasional.

Daerah yang dijuluki sebagai daerah penghasil lobster ini, tak ketinggalan memajang sekitar 8 ekor lobster yang sudah diawetkan di samping pintu masuk.

"Ini bagian dari identitas Simeuleu, bahwa di Pulau Simeulue lobster itu melimpah," kata Wirda salah seorang penjaga anjungan Kabupaten Simeulue.
Doc. Istimewa
Selanjutnya, di dalam anjungan Kabupaten Aceh Selatan juga menonjolkan berbagai informasi wisata bahari di daerah tersebut. Banyak informasi destinasi wisata yang bisa dijadikan referensi, seperti informasi mengenai Pulau Dua, Batu Berlayar, Pulau Seurudung, Putri Termenung, Gelombang Tujuh dan pantai yang eksotik di daerah tersebut.

Semua informasi tentang destinasi itu ada di Anjungan Kabupaten Aceh Selatan.

Terakhir, Anjungan Kabupaten Aceh Singkil juga tak ingin ketinggalan untuk mengenalkan destinasi wisatanya ke pengunjung PKA 7. Salah satunya destinasi di Kepulauan Banyak.

Informasi terkait aktifitas yang bisa dilakukan di pulau ini juga bisa di dapatkan di Anjungan Aceh  Singkil. Mulai informasi snorkeling, Surfing hingga menikmati pulau-pulau eksotis di daerah itu.

Kegiatan PKA 7 akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang. Jadi, selain mengenal budaya pengunjung juga dijajakan beragam informasi tentang destinasi wisata bahari unggulan di seluruh daerah di Aceh.[] Rilis

Parade Perahu Hias Warnai Sungai Krueng Aceh

Doc. Istimewa
Banda Aceh - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh bekerjasama dengan Kodam Iskandar Muda menggelar lomba perahu hias di bantaran sungai Krueng Aceh, Banda Aceh, Senin (13/08). Lomba itu dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII.

Ada 22 peserta yang ikut meramaikan lomba perahu hias tersebut. Berbagai model, dekorasi dan bentuk turut ditampilkan masing-masing peserta, mulai dari menambahkan ornamen gajah, naga hingga burung.

Festival ini juga mendapat antusias dari pengunjung. Mulai pukul 09:00 WIB, ribuan masyarakat sudah menanti perahu hias di pinggir sungai Krueng Aceh.

Sekretaris Disbudpar Aceh, Rasidah menyebutkan, festival Krueng Aceh sebagai bentuk dukungan Pemerintah Aceh dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke Aceh. Kata dia, perhelatan budaya ini selalu ditunggu oleh masyarakat Aceh. Dan bisa menjadi event tahunan di Kota Banda Aceh.

"Salah satunya di Krueng Aceh, ada parade perahu hias. Ini juga bagian dari menyemarakkan PKA ke VII di Banda Aceh," kata Rasidah dalam sambutannya.
Doc. Istimewa
Pihaknya mengharapkan, festival perahu hias ini bisa membangkitkan gairah pelaku wisata di Aceh. Dengan mengenalkan sejarah panjang Krueng Aceh kepada wisatawan.

Bukan hanya itu, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam parade itu, dengan cara mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan di bantaran sungai Krueng Aceh. Pengunjung juga bisa mengikuti lomba foto perahu hias.

"Kami sangat berharap bisa meriah dan menjadi kenangan tersendiri bagi pengunjung, juga bisa memenangi beberapa doorprize dalam event ini," ujarnya.

Festival Krueng Aceh akan berlangsung hingga besok Selasa (14/08/2018), perahu hias dengan dekorasi terbaik akan mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta rupiah, yang akan diumumkan langsung setelah kegiatan parade perahu hias selesai.

"Yang terpenting tetap berkompetisi secara fair dan tetap mengutamakan keselamatan," ujarnya.
Doc. Istimewa
Selain perahu hias, ada sejumlah kegiatan lain yang digelar di antaranya atraksi wisata, panggung apreasi budaya, lomba memasak,lomba mewarnai, atraksi air, sajian 1000 cangkir kopi gratis dan bersih-bersih sungai. Event ini berlangsung dua hari dari pagi sampai sore.[] Rilis

Tuesday, 12 December 2017

Candi Muaro Jambi

(Objek Wisata Sejarah di Provinsi Jambi)
Candi Muaro Jambi, terletak di Kabupaten Muaro Jambi. (Doc. soloraya.com). 
Jika Anda berkunjung ke Kota Jambi, maka jangan lupa untuk berkunjung ke objek wisata sejarah yang satu ini. Candi Muaro Jambi merupakan salah satu tempat wisata favorit bagi para wisatawan yang mengunjungi Kota Jambi. Jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, disertai dengan akses yang cukup mudah membuatnya menjadi salah satu tujuan objek wisata yang cukup populer di kalangan masyarakat dan wisatawan di Jambi.

Meskipun tidak sepopuler berbagai situs candi purbakala yang ada di Pulau Jawa, situs Candi Muaro Jambi ini terbilang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Berbagai macam bangunan candi disertai dengan situs-situs sejarah lainnya, akan memberikan Anda banyak pelajaran dan informasi mengenai sejarah di Indonesia. Meskipun masih dalam tahap rekonstruksi, salah satu tempat wisata di Jambi ini telah dapat dibuka untuk dikunjungi para wisatawan yang ada di Kota Jambi.

Kumpulan Candi dalam Satu Wilayah
Di kompleks situs Muaro Jambi, ada beberapa situs purbakala berbentuk candi yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. Tercatat ada lebih dari 6 candi yang sudah dapat dikunjungi oleh para wisatawan di komplek situs ini, dan ada beberapa candi lainnya yang sedang dalam proses perbaikan.

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 80 reruntuhan bangunan kuno yang ditemukan di lokasi situs sejarah di Kota Jambi ini. Beberapa candi yang sudah dapat dikunjungi oleh para wisatawan di komples situs wisata ini yaitu candi Tinggi, Candi Gendong 1 dan 2, Candi Vando Astano, Candi Kembar Batu, dan Candi Cumpung.

Selain candi-candi tersebut, wisatawan juga dapat menikmati beberapa objek wisata lainnya seperti kolam Telago Rajo dan juga berbagai kanal-kanal tua yang ada di sekitar kompleks wisata situs sejarah ini.

Sejarah
Berdasarkan informasi dari pemerintah setempat, candi ini merupakan sisa-sisa kekuasaan dari kerajaan Siriwijaya yang kini telah tiada. Candi ini diperkirakan dulunya merupakan pemukiman penduduk kerajaan kuno di sekitaran Abad sembilan hingga lima belas Masehi.

Candi ini diyakini merupakan salah satu pusat penyebaran dan juga perkembangan agama Budha di Indonesia.

Lokasi
Lokasi Candi Muaro Jambi ada di daerah kompleks Situs Muaro Jambi, tepatnya di Kabupaten Muaro Jambi. Jarak lokasi kompleks ini dari pusat kota jambi sekitar 30 kilometer. Objek wisata sejarah berupa candi ini membentang mengitari tepian sungai Batanghari sekitar lebih dari 7,5 kilometer.

Ada banyak fasilitas angkutan baik umum maupun pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk menuju lokasi kompleks candi ini. Anda dapat menggunakan berbagai tranportasi umum seperti bus maupun angkot yang menuju ke lokasi kompleks percandian ini, atau jika Anda tidak ingin terganggu oleh orang lain, Anda juga bisa menyewa mobil carteran yang banyak tersedia di pusat kota Jambi.
Letak Lokasi Candi Muaro Jambi
Akomodasi dan Fasilitas
Bila Anda yang berasal dari luar Kota Jambi ingin mengunjungi objek wisata sejarah Candi Muaro Jambi ini, Anda dapat memanfaatkan berbagai macam fasilitas dan juga akomodasi penginapan yang ada di Kota Jambi. Jarak Kota Jambi dengan lokasi tempat wisata sejarah ini terbilang cukup dekat. Untuk itu, Anda tidak perlu khawatir untuk berbagai permasalahan akomodasi penginapan ataupun transportasi.
Tidak hanya mudah untuk ditemukan, Anda juga dapat menyesuaikan tempat menginap Anda dengan kemampuan finansial yang Anda miliki. Ada banyak pilihan tempat menginap dari mulai hotel hingga wisma dengan harga yang bervariatif..[] Sumber: infowisatalengkap.com

Saturday, 9 December 2017

Keindahan Danau Singkarak

Danau Singkarang Sumbar (Doc. minang.co)
Danau Singkarak terbentang sangat luas dan secara administratif masuk dalam dua wilayah kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Solok dan Tanah Datar. Danau yang berjarak sekitar 70 km dari Padang, ibu kota Sumatera Barat ini memiliki luas sekitar 1.000 hektar. Dengan luas tersebut danau ini menjadi yang terluas kedua di dataran Sumatera setelah Danau Toba. Danau dengan kedalaman 268 meter dan berada di ketinggian 363,5 meter di atas permukaan laut ini termasuk dalam jenis danau tektonik karena terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi.
Meskipun tergolong luas, namun tak banyak jenis ikan yang hidup di perairan Danau Singkarak. Hanya ada 19 jenis ikan yang tercatat hidup di danau ini. Hal ini dimungkinkan karena terbatasnya jumlah plankton yang menjadi makanan ikan pada umumnya. Plankton sulit hidup disini karena tingkat kedalaman danau yang membuat cahaya matahari tidak bisa menembus dasar danau.
Danau Singkarak merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh warga sekitar ataupun wisatawan yang datang dari luar kota karena keindahannya. Keindahan tempat wisata ini pertama kali dikenal luas pada tahun 1905 melalui jurnal biologi milik Ernst Haeckel, seorang peneliti dari Jerman. Tak hanya meneliti ekosistem Danau Singkarak dan sekitarnya, Haeckel juga terkagum – kagum dengan keindahan danau dengan air yang jernih ditambah pemandangan sampan – sampan nelayan yang bertebaran mencari ikan dan pemandangan hijau yang ada di sekitar danau. Karena keindahannya ini Ernst Haeckel terinspirasi untuk melukiskan keindahan yang dimiliki Danau Singkarak dalam sebuah kanvas.
Danau Singkarak Sumatera Barat (Doc. sumatratour.org)
Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk menikmati Danau Singkarak, yaitu berenang di air danaunya yang jernih, menaiki sampan untuk berkeliling Danau Singkarak, memancing di tepi danau atau ikut nelayan menangkap ikan. Ketika berkunjung ke danau ini, Anda jangan lupa untuk membawa kamera supaya dapat mengabadikan keindahan tempat wisata ini. Danau yang luas ditambah dengan panorama Bukit Barisan yang hijau di seberangnya sayang sekali untuk Anda lewatkan.
Selain kegiatan – kegiatan tersebut, Anda juga bisa melakukan wisata kuliner di warung – warung yang ada di sekitar tempat wisata ini. Jika Anda merasa kurang puas ketika makan di warung – warung yang ada di tepi danau, Anda bisa mencoba memancing atau menangkap ikan bersama nelayan lalu membakarnya di tepi danau bersama keluarga atau teman – teman. Hal ini bisa jadi pengalaman yang menyenangkan ketika Anda berkunjung ke Danau Singkarak.
Sebagai danau kebanggaan warga Sumatera Barat yang sekaligus menjadi tempat wisata alam andalan, Danau Singkarak pernah menjadi bagian dari Tour de Singkarak. Tour de Singkarak adalah sebuah event balap sepeda tingkat internasional yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Tour de Singkarak didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Amaury Sport Organization yang merupakan penyelenggara event serupa di Perancis bernama Tour de France.
Tour de Singkarak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009. Waktu penyelenggaraannya berlangsung selama seminggu antara bulan April – Juni dengan tujuh etape yang harus dilewati oleh peserta. Tour de Singkarak tak hanya sekadar lomba balap sepeda di jalan raya, namun juga pengenalan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Provinsi Sumatera Barat. Sepanjang rute yang harus ditempuh, peserta akan disuguhi pemandangan keberagaman budaya Minang dan juga keindahan alam Provinsi Sumatera Barat.
Tour de Singkarak dimulai dari garis start yang ada di kota Padang dan berakhir di Dermaga Danau Singkarak. Kemudian sejak tahun 2012, garis start dimulai dari Kota Sawahlunto yang merupakan sebuah kota tua bersejarah di Provinsi Sumatera Barat dan berakhir di kota Padang. Meskipun tak lagi menjadi lokasi garis finish, namun Danau Singkarak masih tetap menjadi bagian dari Tour de Singkarak bersama dengan Danau Maninjau dan beberapa tempat wisata menarik lainnya.
Danau Singkarak Sumatera Barat (Doc. anekatempatwisata.com)
Tercatat sekitar 19 jenis ikan yang hidup di perairan Danau Singkarak saat ini. Salah satu dari jenis ikan tersebut adalah ikan bilih yang memiliki nama latin Mystacoleucus padangensis. Ikan bilih menjadi istimewa karena hanya bisa hidup di danau ini saja. Banyak yang mencoba mengembangbiakkan ikan ini di luar Danau Singkarak, namun selalu gagal karena ikan bilih selalu mati jika berada di luar perairan Danau Singkarak.
Ikan bilih normalnya berukuran kecil dengan panjang maksimal mencapai 10 cm. Sisik ikan bilih berwarna perak berkilauan. Dari 19 jenis ikan yang ada, ikan bilih inilah yang jumlahnya diperkirakan paling banyak di perairan Danau Singkarak. Karena jumlah ikan ini yang melimpah sehingga ikan bilih menjadi sumber pendapatan warga sekitar.
Biasanya nelayan menangkap ikan ini untuk dijual ke warung – warung. Ikan ini paling nikmat jika digoreng dan dicocol dengan sambal. Selain dijual di warung – warung, ikan bilih goreng kering juga tersedia di tempat penjualan oleh – oleh yang ada disekitar tempat wisata ini. Biasanya ikan bilih goreng kering dikemas dalam plastik dengan berbagai ukuran dan bisa Anda jadikan sebagai oleh – oleh khas Danau Singkarak.
Karena tergolong dalam kategori danau tektonik, ukuran Danau Singkarak masih dapat berubah mengikuti pergeseran lempeng bumi. Menurut hasil penelitian para ahli, panjang danau pada awalnya hanya 3 km, kemudian bertambah menjadi 8 km, 13 km dan sekarang sekitar 23 km. Panjang danau ini diperkirakan masih akan terus bertambah.[] Sumber: katalogwisata.com
Peta Lokasi Danau Singkarak, Sumatera Barat

Friday, 8 December 2017

Kemenpar Bakal Pamerkan Spot-spot Diving Indonesia di DRT Hong Kong

Logo Pesona Indonesia 6 (Doc. Istimewa)
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama 8 (delapan) operator diving dan Garuda Indonesia mengikuti kegiatan Diving Resort Travel (DRT) Hong Kong, 15-17 Desember 2017. DRT Hong Kong merupakan event yang bersifat Business to Consumer dimana lebih fokus pada wisata minat khusus wisata bahari.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Profesor I Gde Pitana mengatakan, di kegiatan ini, akan ada sekitar 150 peserta dengan target pengunjung sekitar 150.000 pengunjung setiap harinya.
"Selama pameran berlangsung diadakan seminar, lomba foto, pertunjukkan kesenian dan juga berbagai properti wisata bahari. Wisatawan minat khusus diving ini juga sangat banyak di Hong Kong," ujar Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu, Jumat (8/12).
Ikon kapal phinisi masih akan menjadi andalan Kemenpar untuk disain paviliun Indonesia nanti untuk menarik para pengunjung pameran. Sedangkan untuk pertunjukan kesenian, yang ditampilkan adalah tarian berasal dari Pulau Dewata Bali.
"Beberapa kegiatan akan dilakukan di paviliun Indonesia, seperti product knowledge tentang spot-spot diving baru di Indonesia. Dan pertunjukan seni tari Bali sengaja disajikan sekaligus untuk mempromosikan Bali masih aman untuk dikunjungi," kata Pitan yang diamini Vinsensius.
Pitana menjelaskan, Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki keindahan bahari di dunia dengan lautan yang luasnya 70% dari total keseluruhan luas negaranya. Perairan Nusantara menyimpan kekayaan terumbu karang terbaik di Dunia.
"Kekayaan biologi serta kejernihan airnya, membuat kawasan Taman Laut Indonesia menjadi populer hingga ke mancanegara dan juga dikenal sebagai tempat wisata," kata pria berkaca mata ini.
Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang di dunia dengan luas total area trumbu karang sekitar 51.000 km2. Data menunjukkan bahwa jumlah trumbu karang yang ada di lautan Indonesia  menyumbang 18% luas total trumbu karang dunia.
"Potensi maritim tersebut, menjadikan kekuatan untuk lebih mengembangkan wisata bahari, diantaranya adalah wisata selam atau diving," terang Pitana.
Indonesia memiliki lebih dari 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Pulau Weh di Aceh hingga Cendrawasih Bay di Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan seluruh negara di dunia.
"Dunia mengakui Indonesia memiliki beberapa diving spot terbaik dunia, antara lain Raja Ampat, Pulau Komodo, Derawan, Togean, Wakatobi, Gili Air, dan Bunaken, yang merupakan surga bagi para penyelam. Karena di Indonesia, mereka selalu bisa menyelam di musim apapun sepanjang tahun," pungkas Pitana.
Vinsensius menambahkan, DRT Hong Kong merupakan rangkaian kegiatan yang telah tersebar di wilayah Asia dan diorganizer oleh perusahaan Hong Kong. DRT sudah teruji di dunia pameran karena juga sukses menggelar DRT Shanghai, DRT Beijing, DRT Philipina, DRT Taiwan dan DRT Hong Kong.
"Untuk kegiatan di Hong Kong ini, kami sangat bersyukur karena di pameran yang sangat fokus pada minat khusus terutama wisata bahari ini mendapatkan dukungan partisipasi dari industri pariwisata Indonesia. Semoga hasilnya akan maksimal dan berdampak baik,” ujar pria yang akrab disapa VJ ini.
Kata VJ, peserta negara yang berpartsipasi pada event ini adalah, Australia, Philipina, Egypt, Amerika, Syscelles, Maldives, Jerman, Korea Selatan, Singapore, Thailand, Jepang, Malaysia, Kawasan Eropa, China, India, dan Hong Kong.
”Kami sudah menyewa lahan dengan 6 booth dan luas 54 m2, akan didesain dengan fokus bernuansa Wonderful Indonesia (Kapal Phinisi) dilengkapi dengan image yang mewakili destinasi bahari unggulan tanah air,” kata VJ.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut, upaya mempromosikan wisata bahari Indonesia di pasar underwater itu cukup tepat. Mengingat kini diving menjadi tren baru dalam wisata bahari.
Wisata bahari sendiri dibagi dalam tiga zone, yakni coastal zone atau bentang pantai, lalu under water zone atau bawah laut dan sea zone atau antarpulau yang biasa menggunakan yacht.
"Bukan hanya pasar Hong Kong, tapi juga China, Malaysia, Taiwan, dan Korea juga sudah mulai heboh dengan pasar underwater," kata Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya melanjutkan, setidaknya ada 10 destinasimarine tourism tourism Indonesia yang menjadi andalan untuk dipromosikan. Terutama untuk underwater world, yakni Bali, Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Alor (NTT), Derawan (Kaltim), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Selatan), Ambon (Maluku), dan Raja Ampat (Papua Barat).[] portalsatu.com

Istana Siak Sri Indrapura, Kerajaan Islam Terbesar Di Riau

Istana Siak Sri Indrapura, Riau. (@Doc. wisatasumatera.com)
Istana siak terletak di pusat ibu kota kabupaten siak tepatnya yakni di kota siak sri indrapura. Kabupaten siak sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan kabupaten pelalawan dan kebupaten bengkalis, dari pusat kota Pekanbaru memerlukan waktu perjalanan sekitar 2 jam, bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.

Posisi Istana Siak ini sangat strategis, karena dekat dengan sungai siak yang merupakan pusat pelayaran zaman dahulu. Selain bisa di kunjungi memalui jalur darat Anda juga bisa menggunakan speedboat dari pekanbaru jarak tempuh menuju Pelabuhan Kota Siak ± 2 jam.

Istana Siak Sri Indrapura ini merupakan istana megah sisa dari peninggalan Kesultanan Siak yang merupakan kerajaan penganut agama Islam terbesar di Riau pada abad ke 16-20 yang lalu. Istana Siak ini memiliki sebutan lain yaitu Istana Asherayah Al Hasyimiyah. Istana yang dibangun tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaiffudin memiliki bangunan yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Didalam istana siak terdapat banyak peninggalan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, penginggalan kejayaan seperti cermin permaisuri, piring, sendok, meriam, keris dan masih banyak lagi lainnya.
Alat Musik Komet Yang Ada Di Istana Siak Sri Indrapura, Riau. (@Doc. wisatasumatera.com)
Sesuatu yang menjadi daya tarik pengunjung di istana siak ini adalah dengan terdapatnya peninggalan sejarah yang dinamakan Komet, yaitu sebuah alat musik classic yang hanya ada 2 buah saja di dunia ini, hanya ada di istana siak sri indrapura dan satu lagi di negara Jerman. Diperkirakan piringan yang terbuat dari baja tersebut beratnya 5 Kg, tinggi alat musik ini sekitar 3 meter dan lebarnya sekitar 90 cm.

Sumber musik yang digunakan berupa piringan yang terbuat dari baja yang berbentuk lingkaran. Tidak berbeda jauh dengan alat musik gramofon, untuk memainkan alat musik yang dibawa ke Siak pada tahun 1896 ini harus diputar secara manual terlebih dahulu.

Di dalam alat musik tersebut tertulis sebuah penjelasannya, yakni “Komet, sejenis alat musik gramopon piringnya terbuat dari baja yang terdiri dari musik-musik instrumen klasik Jerman abad VIII ciptaan komponis terkenal Beethoven, Mozart, dan Strauss dibawa oleh Sultan Siak XI tahun 1896 dari lawatannya ke Eropa.”

Biaya Masuk
Untuk masuknya jika hari biasa biasanya tidak dipungut biaya, namun jika hari hari besar biasanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5.000.[] Sumber: wisatasumatera.com

Alamat Istana Siak
Jalan Sultan Syarif Kasim, Kabupaten Siak, Riau

Thursday, 7 December 2017

Menpar Ajak Marketeer of the Year 2017 Ikut Bangun Pariwisata

Kawah Putih Pesona Indonesia (@Doc. pikiran-rakyat.com)
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengistilahkan Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai kabinet marketing. Karena itu segala potensi yang ada di tanah air selalu dipromosikan atau dimarketingkan dengan baik.
Salah satunya adalah pariwisata yang telah ditetapkan sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional.
Hal tersebut diucapkan Menpar saat mengumumkan penerima penghargaan “Marketeer of the Year 2017” di ajang The Markplus Conference ke-12, Kamis, 7 Desember 2017 siang, di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Menpar pun mengajak para peraih penghargaan turut membangun pariwisata Indonesia. 
”Kabinet marketing,” ucap Arief Yahya yang didapuk sebagai Ketua Tim Dewan Juri Marketeer of The Year (MOTY) 2017 untuk ke-4 kalinya ini.
Hal tersebut bukannya tanpa alasan.Menpar menjelaskan, saat ini ada dua orang menteri di Kabinet Kerja yang dianugerahi Marketeer of the Year.
Yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan yang dinobatkan sebagai Marketerr of the Year tahun 2014 serta Arief Yahya sendiri yang didapuk penghargaan serupa pada tahun 2013.
“Mereka memenangkan Marketeer of the Year karena jabatan sebagai CEO di korporasi sebelum masuk Kabinet,” kata Menpar.
Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo pun dikatakannya juga dinobatkan menjadi Indonesia Marketing Champion. Yakni ketika Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.
“Ini menandakan bahwa Kabinet Kerja ini diisi oleh orang-orang yang ahli di bidang marketing. Karena itu kita patut berbangga hati karena menjadi bagian dari orang-orang yang bekerja dibidang marketing,” ujar Menpar
Ia pun memberi contoh sektor pariwisata yang begitu dipromosikan dengan baik. Tidak hanya oleh Kementerian yang dipimpinnya, tapi juga seluruh pihak dalam balutan semangat "Indonesia Incorporated". 
Soal pariwisata, hingga saat ini potensinya sendiri terus dikembangkan. Pariwisata Indonesia terus dipromosikan ke berbagai penjuru dunia. Destinasi-destinasi prioritas, atau yang juga disebut sebagai “10 Bali Baru” terus dikebut pengerjaanya.
Yang perkembangannya paling besar adalah Danau Toba. Destinasi prioritas ini terus dikembangkan dan ditata dengan baik. Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas dikerjakan secara bersama dengan semangat “Indonesia Incorporated”.
Pencapaian target jumlah kunjungan 15 juta wisman di tahun 2017 pun terus menunjukkan tren yang positif.
Naik Signifikan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga periode September 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 10.458.299. Jumlah ini naik secara signifikan sebesar 25,05 persen dibandingkan dengan capaian tahun lalu.
Sedangkan untuk periode September naik 20,47 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu.
Kenaikan tersebut tentunya sangat positif. Dibanding ASEAN yang pertumbuhannya hanya 6,5 persen dan dunia yang pertumbuhannya hanya 5 persen, angka 26 persen kedatangan wisman ke Indonesia tentunya cukup untuk membuat optimisme itu terjaga.
Menpar pun berharap para penerima penghargaan di ajang ini, termasuk Marketeer of the Year 2017, dapat bersama-sama memajukan Indonesia dengan segala potensi yang ada di dalamnya. Termasuk pariwisata. 
Penghargaan “Marketeer of the Year 2017” sendiri diberikan kepada CEO Telkomsel Ririek Adriansyah.
“Perusahaan yang dipimpin oleh Marketing of the Year 2017 ini berhasil membukukan pertumbuhan triple-double-digit. Pendapatan perusahaannya tumbuh sebesar 11,9 persen, dengan laba kotor sebesar 14,0 persen dan laba bersih sebesar 15,6 persen secara Year-on-Year (YoY),” ujarnya.[] Sumber: pikiran-rakyat.com

Festival Danau Toba 2017

Acara Pariwisata Tahunan yang Paling Besar dan Meriah di Sumatera Utara

Festival Danau Toba, 6-9 Desember 2017. (Doc. pesonawisata.com)
Simalungun - Danau Toba yang megah di Sumatera Utara akan melanjutkan perayaannya dengan mengadakan Festival Danau Toba yang menarik pada tanggal 6 sampai 9 Desember 2017. Tahun ini, festival tahunan ini akan berpusat di Bakkara, Kabupaten Humbang Hasudutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara.
Festival Danau Toba akan mencakup kegiatan komprehensif dari musik, seni dan kerajinan, kompetisi olahraga tradisional, seminar pariwisata, hingga pameran. Diantara beragam kegiatan festival tersebut adalah: Parade Gerobak Terhias bertema 'Ulos', Tarian Kolosal Puak, Lomba Lari, Lomba Renang Rakyat,Geopark Kawah Danau Toba, Lomba Perahu Naga Solu, Tari Mocak dan Tor tor Tumba, Geopark Ucok Butet, Pawai Keindahan Toba, dan banyak lagi. Festival ini juga akan menampilkan pertunjukan seni dari kabupaten-kabupaten sekitar Danau Toba termasuk dari Sibolga, Batubara, Dairi, Karo, Samosir, Toba Samosir, Padang Lawas, dan Tapanuli Utara.
Terbentuk melalui ledakan gunung berapi  pada zaman purba, danau besar ini dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan dan tradisi yang kaya. Daerah ini dianggap sebagai tempat kelahiran orang Batak - kelompok etnis asli Sumatera Utara.
Danau Toba adalah salah satu keajaiban alam yang paling menarik di dunia. Mencakup lebih dari 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman 450 meter, Danau Toba diakui sebagai danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia. Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa Danau Toba yang merupakan danau kawah, sebenarnya terbentuk melalui satu mega ledakan di bumi pada zaman purba. Banyak ilmuwan percaya bahwa peristiwa vulkanik super tersebut membuat planet ini jatuh dalam musim dingin vulkanik selama 6 sampai 10 tahun.
Saat ini, wisatawan bisa mencapai Danau Toba dari bandara Silangit, memotong waktu tempuh menjadi hanya 1,5 jam dibandingkan dengan perjalanan darat selama 5 jam dari Medan, ibu kota Sumatera Utara. Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air memiliki penerbangan reguler ke Silangit dari Jakarta serta penerbangan harian dari bandara Kuala Namu Medan.
Tersedia banyak hotel di sekitar Danau dan di pulau Samosir.

Pastikan untuk memilih Danau Toba sebagai tujuan Anda selanjutnya![] Sumber: pedomanwisata.com

Translate

Artikel Terbaru

Artikel Populer