Showing posts with label Wisata Alam. Show all posts
Showing posts with label Wisata Alam. Show all posts

Monday, 15 April 2019

Kapal pesiar yang singgah di Sabang. (Dok. Istimewa)

Kota Sabang masih tetap menjadi pilihan destinasi kapal wisata berukuran besar sejak beberapa tahun terakhir ini.
Hal ini terbukti semakin seringnya dan semakin meningkatnya angka kunjungan kapal-kapal wisata seperti cruise dan yacht ke daerah setempat.
Dijadikannya Sabang destinasi bagi kapal-kapal wisata, menjadi dasar yang kuat untuk menuntut Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Sabang (BPKS) untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan pelabuhanan, dalam upaya menciptakan kesan nyaman-aman dan nyaman bagi para turis yang berkunjung ke kota sabang via jalur laut.
“BPKS akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan menciptakan rasa aman, nyaman selama singgah di Kota Sabang ini,” ujar Plt Kepala BPKS, Razuardi dalam siaran pers BPKS, Minggu (14/4) usai menyambut kunjungan Kapal Pesiar MS Europa yang tiba di kota Sabang pagi tadi.
Razuardi kembali menyampaikan, Kota Sabang memiliki potensi wisata yang dapat di andalkan dan memiliki nilai jaul yang tinggi ke pasar dunia.
Karenanya, dengan semakin meningkatnya kunjungan cruise dan Yacht ke Kota Sabang ini, tentunya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Komersial dan Investasi, Agus Salim menambahkan, pihaknya kedepan juga akan menargetkan setiap bulan bisa dikunjungi minimal satu kapal. Dan bila hal ini tercapai tentunya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan dari sisi fasilitas, BPKS akan terus berbenah, dimana ada kekurangan akan dibenahi. Begitu juga dengan koordinasi pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Provinsi, Travel Agent, Tour Guide serta pihak-pihak pelaku pariwisata di Kota Sabang ini, sehingga kedepan benar-benar layak sebagai destinasi Cruise Dunia.
“Saat ini cukup memadai untuk menghandle cruise-cruise besar, dimana Dermaga milik BPKS memiliki panjang lebih dari 400 meter dan memiliki laut yang dalam. Namun yang terpenting, pelabuhan kita telah memiliki sertfikat ISPS-Code tentang keamanan pelabuhan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Kapal Pesiar MS. Europa baru pertama sekali singgah di Kota Sabang. Kapal ini memiliki panjang 198 meter dan memiliki bobot 28.890 Gross Register Tonnage (GRT).
Kapal ini dinahkodai oleh Capt. Hartmann Olaf Otto, mengangkut 626 orang yang terdiri dari 347 Penumpang dan 297 Kru kapal. Sebelumnya kapal ini berlayar dari Ko Adang Thailand, dan akan melanjutkan pelayaran ke Srilangka.
Pada sesi penyambutan, BPKS juga ikut melibatkan unsur Forkompimda, Kadis Pariwisata Provinsi, Pemko Sabang,  Travel Agen, Tour Guide, Organda, Permosa (Asosiasi Kendaraan Rental-red) dan para pedagang yang ikut terlibat dalam Bazar yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Aceh.[] Sumber: Kanalaceh.com
(Dok. Istimewa)
Kapal Pesiar Europa Cruise berbendera Bahamas, bersandar di pelabuhan CT 3 Sabang, Minggu (14/4).
Kapal yang dinakhodai oleh Kaptain Hartmann Olaf Otto ini membawa 332 penumpang dan 260 anak buah kapal. Kedatangan kapal pesiar ini, disambut oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) serta Kepala Dinas Pariwisata Aceh dan Pejabat lainnya.
Plt Kepala BPKS, Razuardi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan segala alat transportasi, bagi wisatawan yang ingin mengunjungi berbagai destinasi di Sabang.
Pihaknya juga menyiapkan counter dest information, menggelar bazar wisata cruise. Kegiatan kunjungan turis ke beberapa destinati dan objek para turis langsung menggunakan jasa organda taxi, becak.
“Kami juga menyiapkan beberapa petugas tour Guide yang sudah kami siapkan di pelabuhan untuk memfasilitasi komunikasi pelyanan jasa tranportasi,” ujarnya.
BPKS dan Pemerintah Kota Sabang terus melakukan promosi, potensi wisata bahari kepada wisatawan mancanegara guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Para penumpang kapal pesiar yang turun dari kapal menyempat diri berkunjung ke berbagai objek wisata laut pantai Iboih dan Sumur Tiga yang menghadap ke Samudera Hindia dan Selat Malaka dan wisata heritage, seperti Benteng-Benteng Jepang. Selanjutnya kapal ini pada Pukul 18:00 WIB akan kembali melanjutkan perjalanannya menuju Colombo.
Sejak Januari hingga April 2019, sebanyak lima kapal pesiar sudah bersandar di Sabang, Aceh. Kapal itu adalah MS Seabourn Soujourn, MS Seven Saes Mariner, MS Silver Discoverer, MS Albatros dan MS. Europa. “MS Europa selanjutnya akan melanjutkan mengarungi Samudera Hindia dan Selat Malaka sampai ke tujuan di Colombo, Sri Lanka,” kata Razuardi.
Setelah MS Europa, menurut Razuardi sesuai konfirmasi kepala Manajemen Unit Pelabuhan, akan ada kapal pesiar lain yang sudah mengkonfirmasi bakal sandar di Sabang hingga akhir 2019 nanti.
Kapal pesiar itu antara lain, MS Azamara Quest, MS Seabourn Encore, MS Boudicca, Marella Discovery, dan MS Seabourn Ovation.
BPKS mencatat, kunjungan kapal pasiar dari mancanegara ke Sabang akan terus bertambah seiring semakin gencarnya promosi yang dilakukan oleh BPKS, Dinas Pariwisata Aceh, Dinas Pariwisata Sabang serta Kementerian Pariwisata serta pihak swasta khususnya yang bergerak di bidang travel.

Monday, 24 September 2018

Peserta Spesial Camping 100 Tenda Nikmati Pesona Lut Tawar

Dok. Disbudpar Aceh

Takengon - Spesial Camping 100 Tenda yang berlokasi di Desa Ujung Nunang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (22/9/2018), memang spesial, selain jumlah peserta yang melebihi target, pesona view Danau Lut Tawar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Danau Laut Tawar memiliki cerita tersendiri.

Even ini merupakan rangkaian dari Gayo Alas Festival Mountain Internasional 2018 (Gamifest) yang digelar di Aceh Tengah sejak 14 September lalu. Dan akan menyambangi 3 kabupaten lagi di dataran tinggi Gayo, seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara yang akan berakhir pada 24 November akan datang (info bisa dicek di kalender Gamifest 2018 yang ada di Web Disbudpar Aceh www.budpar.acehprov.go.id).

 "Kita tidak menduga kalau antusiasnya peserta yang ingin ikut Camping 100 Tenda. Dari 100 tenda yang kami sediakan, kini sudah 120 tenda. Mereka mendaftar melalui media sosial, ada yang dari Padang, Jakarta, Medan, Siantar, Langsa, Lhokseumawe, Subulussalam, Banda Aceh, hingga Kuala Lumpur-Malaysia," papar Kasie Pengembangan Segmen Pasar Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah, S.Sos, MM di Takengon, Minggu pagi (22/9/2018).

Lanjutnya, lokasi tenda dipisah antara lelaki, perempuan, keluarga, dan Genpi (Generasi Pesona Indonesia). Selain itu juga di lokasi kegiatan yang dikelilingi Danau Laut Tawar disediakan dua unit Ambulance Coffeshop, toilet, tempat whuduk, dan Musalah. Para peserta juga kata Lela diminta, selain untuk menjaga kenyamanan, juga menjaga kebersihan dengan disediakannya plastik-plastik sampah. 

"Pagi ini peserta diajak berolahraga bersama dan kemudian melakukan penanaman pohon di Ujung Nunang," kata Lela.

Wisatawan dalam negeri ada juga beberapa wisatawan dari negara tetangga yaitu Malaysia.

Selain camping, peserta juga dapat dikenalkan dan menikmati menikmati musik tradisional, kesenian khas masyarakat Gayo Didong, dan juga tari Saman dari Gayo Lues, Aceh, yang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Bukan hanya itu panitia juga menyiapkan beragam kegiatan lain, seperti teatrikal dan game-game menarik lainnya.

"Pak Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, juga ikut mengikuti dan memantau semalam,  beberbagai rangkaian budaya dan kesenian, juga live musik digelar. Alhamdulillah peserta sangat tertib dan mengikuti aturan yang telah disepakati, mengikuti syariat Islam. Juga peserta keluarga kita lihat juga bisa menikmati even ini bersama anak-anak mereka, apalagi saat melepaskan lampion dan membakar api unggun," ujar Lela Lagi,

Ketua panitia camping 100 tenda, Ridwansyah menambahkan, acara ini sangat diminati oleh para peserta. Kali ini para peserta yang rela membawa tenda sendiri, agar bisa mengikuti Camping 100 Tenda. 

"Mereka para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Camping 100 Tenda ini, para peserta yang hadir bukan hanya muda mudi melainkan peserta yang membawa keluarga, selain itu para peserta yang ikut camping 100 tenda ini juga ada yang datang dari negara tetangga kita yaitu Malaysia, mereka disini (Gayo) sudah lima hari di Takengon dan melihat beragam objek wisata dan budaya masyarakat Gayo," kata ketua panitia Ridwan, Minggu malam (23/9/2018).

Dia menambahkan, dalam kegiatan ini Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan daerah sangat mendukung penuh acara tersebut, lantaran Camping 100 terus digemari para peserta, dan dia berharap kedepannya melalui pemerintah daerah dan provinsi terus mendukung kegiatan positif ini.

"Saya pribadi pemerintah terus mendukung dan menentukan tanggal acara ini untuk kegiatan tahunan bahkan kalau bisa 6 bulan sekali diadakan," demikian ujarnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kadisbudpar Aceh, Drs. Amiruddin M.Si dan juga dihadiri Kadisparpora Aceh Tengah, Khairuddi  Yose, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, M. Bus. Dalam pidato singkatnya, Amiruddin meminta kepada peserta Spesial Camping 100 Tenda agar ikut mempromosi dan eksplor ragam keindahan objek wisata di Aceh Tengah melalui media sosial.[] Rilis
Rangkaian Gamifest 2018

55 Club Ikut Lomba Dayung Perahu Tradisional

Dok. Disbudpar Aceh

Takengon - Sebanyak 55 club dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mengikuti Lomba Dayung Perahu Tradisional di Krueng Peusangan, Kampung Boom, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (22/9/2018). 

Kegiatan ini merupakan rangkaian Gayo Alas Mountain International Festival (Gamifest) yang sudah dimulai sejak 14 September dan berakhir pada 24 November mendatang yang tersebar di 4 kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara (informasi lengkap bisa dilihat di Web Disbudpar Aceh www.disbudpar.acehprov.go.id).

Ketua Panitia Pelaksana Jaesan dalam sambutannya mengatakan, lomba yang terbagi dua kategori umum (18 tahun ke atas) dan Kategori Pelajar (14-17 tahun) memperebutkan hadiah dengan total Rp12 juta. Sedangkan panjang garis star hingga finis dengan sekali putaran sepanjang 500 meter. Kegiatan ini sendiri berlangsung hari ini dan Minggu besok (23/9/2018).

"Setiap rest akan dilepas empat club dengan perahu yang telah disediakan panitia dan juga tim SAR dari TNI maupun masyarakat ikut mengawasi keselamatan peserta yang juga kita wajibkan mengenakan baju pelampung," jelasnya.

Reje Kampung Boom, Azhar Tamat, sebagai tuan rumah lokasi kegiatan dalam pidato singkatnya mengucapkan terimakasih karena Disbudpar Aceh telah mempercayakan kampungnya sebagai tuan rumah pada rangkaian Gamifest 2018 Lomba Dayung Perahu Tradisional.

"Saya berharap, masyarakat kami terus dibina dan diberi wawasan tentang sadar wisata. Karena membangun satu kampung wisata tidak mudah tanpa dukungan warganya," ujar Azhar Tamat.
Dok. Disbudpar

Sementara itu, Plt Kadisbupar Aceh. Drs. Amiruddin M.Si yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M.Bus, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Gamifest  2018 melibatkan masyarakat lokal mempersiapkan segala kegiatan. Dan dia juga meminta masyarakat setempat untuk terus mendukung setiap kegiatan Gamifest, yang baru pertama kali diadakan ini.

"Gamifest 2018 dari, oleh, dan untuk rakyat. Ini salah satu cara kita membantu masyarakat sadar wisata. Kegiatan Gamifest ini dapat terlaksana salah satunya di Aceh Tengah, setelah mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh. Tujuannya, kita ingin dengan adanya Gamifest, wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi Gayo meningkat," kata Rahmadhani.

Pada star pertama Lomba Dayung Perahu Tradisional dilepas startnya oleh Plt Kadisbupar Aceh. Drs. Amiruddin M.Si yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M. Bus, Pengembangan Segmen Pasar, Nurlaila Hamjah, S.Sos, MM, dan mewakili unsur Muspida Aceh Tengah, Pasie Ops Kodim 0106/Ateng, Usep Haeruddin.

Selain lomba perahu tradisional, pada akhir pekan ini juga terdapat sejumlah acara Gamifest lainnya di Aceh Tengah seperti Jetski exhibition, Spesial Camping 100 Tenda, Gathering Pesona Indonesia serta Babak Semifinal dan Final Pacuan Kuda Tradisional Gayo.[] Rilis

Sunday, 2 September 2018

Kemenpar RI: Simeulue Aceh Dongkrak Kunjugan Wisatawan Indonesia

Salah seorang Aceh International Surfing Championship (AISC) - Simeulue Pro 2018  di Pantai Matanurung, Simeulue. (Doc. Istimewa)
Simeulue - Asisten Deputi Bidang Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata RI, Drs. Alexander Reyaan MM mengatakan, Simeulue, Aceh salah satu kabupaten di Indonesia yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. 

Hal itu tidak terlepas dari panorama alam dan wisata bahari yang dimiliki dan juga menjadi salah satu objek wisata Surfing dari sepuluh pantai di indonesia. Dengan sokongan kunjungan wisatawan di Simeulue, kini kunjungan wisatawan mancanegar di Indonesia sudah di angka 15 juta atau 2 juta lagi sudah mencapai 17 juta bahkan lebih. 

“Pantai di Simeulue salah satu pantai di Indonesia yang mampu mengundang wisatawan manca negara,' kata Alexander pada opening Aceh International Surfing Championship (AISC) - Simeulue Pro 2018  di Pantai Matanurung, Simeulue, Sabtu (1/9).

Kata Alexander, Wisata di Simeulue harus terus dipromosikan. Lokasi wisata di Simeulue tinggal pemanfaatannya saja. Aceh International Surfing Championship - Simeulue Pro 2018 digelar secara resmi World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) menjadi sebuah bukti nyata bahwa Laut Simeulue memiliki standar internasional dalam surfing. 

“Simeulue masuk dalam 10 lokasi surfing di Indonesia yang ditetapkan pemerintah karena hampir seluruh pantainya bisa dijadikan tempat berselancar. Dengan adanya even- even seperti AISC ini alam Simeulue akan terus dikenal oleh dunia. dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan akan terus ramai ke Simeulue,” akunya.

Dikatakan, dalam mempromosi wisata bahari membutuhkan tiga unsur penting yakni, aksesibilitas (akses lokasi mudah dijangkau), amenitas (pelayanan) dan atraksi (daya jual). Namun diakuinya untuk atrkasi Simeulue sudah cukup bagus.
Salah seorang Aceh International Surfing Championship (AISC) - Simeulue Pro 2018  di Pantai Matanurung, Simeulue. (Doc. Istimewa)
Oleh karena itu, dirinya akan menyampaikan semua kendala-kendala untuk promosi Kabupaten Simeulue kepada pimpinannya dalam hal ini Menteri Pariwisata.

Kementerian Pariwisata, tambahnya, melihat Kabupaten Simeulue sama dengan daerah lainnya. Tidak ada membeda-bedakan dalam hal promosi wisata baharinya.
Sementara Kadisbudpar Simeulue, Abdul Karim, mengaku, selama ini setiap ada even surfing di pulau penghasil lobster tersebut baru dapat digelar di dua lokasi yaitu, Pantai Moudil atau Nancala, Kecamatan Teupah Barat dan Pantai Indah Manurung, Kecamatan Teupah Tengah. 

Begitupun, di dua lokasi tersebut jaringan internetnya juga masih belum stabil atau belum sempurna dapat diakses dengan baik.“Kondisi jaringan internet masih perlu ditingkatkan, agar promosi lokasi indah lainnya untuk surfing bisa maksimal,” Aku Abdul Karim.

Diakuinya sejak digelarnya AISC di Simeulue dari tahun 2013-2017 (AISC 1-III) kunjungan wisatawan mancanegara terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah AISC IV tahun 2018 ini, kunjungan wisata di Simeulue tentu akan lebih meningkat lagi.

Begitu juga dari segi peserta yang ikut dalam even AISC. Pesertanya terus bertambah, untuk AISC –WLS Simeulue Pro 2018 ini berjumlah 58 perserta dari 14 negara atau jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. “Ini membuktikan surfing di Simeulue semakin dikenal,” ujarnya.[] Rilis

Monday, 27 August 2018

Pucok Krueng, Hulu yang Adem Punya Aceh


Kicauan burung bernyanyi dan desiran suara angin menggoyangkan dedaunan, menghantarkan ketenangan pada pikiran yang jenuh akan urusan dunia. Wewangian tanah serta asrinya aroma pepohonan ditambah sejuknya air dari telaga, memberikan kesegaran bagi tubuh yang lelah. Matapun seolah dicuci dengan indahnya panorama gua dan lereng bukit kapur.

Siapa sangka jika semua itu berada dibalik bukit yang berseberangan dengan sebuah perusahaan besar, industri semen. Tempat itu bernama Pucok Krueng.

Pucok Krueng merupakan salah satu tempat wisata berupa hulu sungai yang terletak di kawasan Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Nama Pucok Krueng sendiri diambil dari bahasa lokal yang memiliki arti ujung atau muara sungai.
Pucok Krueng, Aceh. AKURAT.CO/Ahmad Saifullah
Sungai yang tidak terlalu luas itu memiliki air berwarna biru tosca, menyerupai telaga. Air tersebut berasal dari mata air yang keluar dari bibir gua serta celah-celah tebing bebatuan yang menjadi latar tempat wisata ini.

Gua yang ada di tebing dari Pucok Krueng ini memiliki kedalaman terbilang panjang. Jika disusuri, maka gua itu nantinya akan tembus hingga ke wilayah Amno, Kabuaten Aceh Jaya.

Keindahan panorama alam yang dihamparkan membuat para pengunjung tak ingin melewatkan dan mengabadikan moment-moment saat berkunjung. Bahkan, tak jarang sebagian wisatawan juga terihat menceburkan diri karena tergoda dengan bersihnya air yang bermuara ke Pantai Lhoknga itu.

Untuk dapat menikmati segarnya keasrian alam Pucok Krueng, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.
Pucok Krueng, Aceh. AKURAT.CO/Ahmad Saifullah
Jika beranjak dari pusat Kota Banda Aceh, Anda hanya membutuhkan waktu lebih kurang 25 menit untuk menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer. Tepatnya, perjalanan dari Masjid Raya Baiturrahman menuju kawasan Simpang Tugu Tsunami Mukim Lhoknga, yang ada di jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh.

Setelah sampai di Simpang Tugu Tsunami Mukim Lhoknga, kita harus kembali menempuh perjalanan sejauh 4 Km. Perjalanan yang ditempuh ke dalam bisa sampai 20 menitan. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang berstruktur bebatuan.

Biaya yang dikeluarkan untuk tiket masuk ke lokasi wisara Pucok Krueng hanya dikenakan Rp 5 ribu per pengunjung saja. Dengan biaya yang terbilang terjaungkau itu, para wisatawan sudah bisa menikmati udara dan kesegaran air sungai serta dimanjakan pemandangan tebing-tebing maupun hijau pepohonan. Dan pastinya suasana itu membuat Anda ingin berlama-lama di sana.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Aceh, khususnya ke wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, mungkin Pucok Krueng bisa dipertimbangkan masuk ke dalam rencana tempat kunjunganmu.[] Sumber: AKURAT.co

Peta Lokasi Pucok Krueng, Aceh Besar, Aceh

Monday, 13 August 2018

Destinasi Wisata Bahari Juga Dipamerkan di PKA VII

Doc. Istimewa
Banda Aceh - Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII bukan hanya menampilkan ragam budaya dari seluruh pelosok Aceh. Namun, informasi daerah yang memiliki wisata bahari juga ikut dipamerkan.

Keindahan wisata bahari yang ada di Aceh memang tak perlu diragukan lagi. Setiap daerah pesisir Aceh memiliki keindahan tersendiri dengan destinasi wisatanya. Seperti di Sabang, Pulau Banyak Aceh Singkil, Pulau Simeuleu, Aceh Selatan dan lainnya.

Salah satu yang paling ramai dikunjungi ialah anjungan Sabang. Di situ terdapat informasi wisata yang lengkap dengan miniaturnya. Contohnya, miniatur kapal tua bersejarah yang dulu sempat singgah di Sabang.
Doc. Istimewa
Kemudian, beragam ikan hias yang hidup di karang laut Iboh. Juga dipamerkan dalam akuarium kecil dan bersama biota laut lainnya. Tak hanya itu, informasi destinasi wisata di pulau Weh itu, juga disajikan dalam brosur lengkap dengan penjelasan dan rute perjalanannya.

Sedangkan di Anjungan Simeulue, pihak panitia setempat juga memasang beberapa brosur tentang lokasi wisatanya. Seperti Pantai Busung, Pantai Ganting, Pulau Minceu dan lokasi surfing yang bertaraf Internasional.

Daerah yang dijuluki sebagai daerah penghasil lobster ini, tak ketinggalan memajang sekitar 8 ekor lobster yang sudah diawetkan di samping pintu masuk.

"Ini bagian dari identitas Simeuleu, bahwa di Pulau Simeulue lobster itu melimpah," kata Wirda salah seorang penjaga anjungan Kabupaten Simeulue.
Doc. Istimewa
Selanjutnya, di dalam anjungan Kabupaten Aceh Selatan juga menonjolkan berbagai informasi wisata bahari di daerah tersebut. Banyak informasi destinasi wisata yang bisa dijadikan referensi, seperti informasi mengenai Pulau Dua, Batu Berlayar, Pulau Seurudung, Putri Termenung, Gelombang Tujuh dan pantai yang eksotik di daerah tersebut.

Semua informasi tentang destinasi itu ada di Anjungan Kabupaten Aceh Selatan.

Terakhir, Anjungan Kabupaten Aceh Singkil juga tak ingin ketinggalan untuk mengenalkan destinasi wisatanya ke pengunjung PKA 7. Salah satunya destinasi di Kepulauan Banyak.

Informasi terkait aktifitas yang bisa dilakukan di pulau ini juga bisa di dapatkan di Anjungan Aceh  Singkil. Mulai informasi snorkeling, Surfing hingga menikmati pulau-pulau eksotis di daerah itu.

Kegiatan PKA 7 akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang. Jadi, selain mengenal budaya pengunjung juga dijajakan beragam informasi tentang destinasi wisata bahari unggulan di seluruh daerah di Aceh.[] Rilis

Saturday, 9 December 2017

Keindahan Danau Singkarak

Danau Singkarang Sumbar (Doc. minang.co)
Danau Singkarak terbentang sangat luas dan secara administratif masuk dalam dua wilayah kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Solok dan Tanah Datar. Danau yang berjarak sekitar 70 km dari Padang, ibu kota Sumatera Barat ini memiliki luas sekitar 1.000 hektar. Dengan luas tersebut danau ini menjadi yang terluas kedua di dataran Sumatera setelah Danau Toba. Danau dengan kedalaman 268 meter dan berada di ketinggian 363,5 meter di atas permukaan laut ini termasuk dalam jenis danau tektonik karena terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi.
Meskipun tergolong luas, namun tak banyak jenis ikan yang hidup di perairan Danau Singkarak. Hanya ada 19 jenis ikan yang tercatat hidup di danau ini. Hal ini dimungkinkan karena terbatasnya jumlah plankton yang menjadi makanan ikan pada umumnya. Plankton sulit hidup disini karena tingkat kedalaman danau yang membuat cahaya matahari tidak bisa menembus dasar danau.
Danau Singkarak merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh warga sekitar ataupun wisatawan yang datang dari luar kota karena keindahannya. Keindahan tempat wisata ini pertama kali dikenal luas pada tahun 1905 melalui jurnal biologi milik Ernst Haeckel, seorang peneliti dari Jerman. Tak hanya meneliti ekosistem Danau Singkarak dan sekitarnya, Haeckel juga terkagum – kagum dengan keindahan danau dengan air yang jernih ditambah pemandangan sampan – sampan nelayan yang bertebaran mencari ikan dan pemandangan hijau yang ada di sekitar danau. Karena keindahannya ini Ernst Haeckel terinspirasi untuk melukiskan keindahan yang dimiliki Danau Singkarak dalam sebuah kanvas.
Danau Singkarak Sumatera Barat (Doc. sumatratour.org)
Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk menikmati Danau Singkarak, yaitu berenang di air danaunya yang jernih, menaiki sampan untuk berkeliling Danau Singkarak, memancing di tepi danau atau ikut nelayan menangkap ikan. Ketika berkunjung ke danau ini, Anda jangan lupa untuk membawa kamera supaya dapat mengabadikan keindahan tempat wisata ini. Danau yang luas ditambah dengan panorama Bukit Barisan yang hijau di seberangnya sayang sekali untuk Anda lewatkan.
Selain kegiatan – kegiatan tersebut, Anda juga bisa melakukan wisata kuliner di warung – warung yang ada di sekitar tempat wisata ini. Jika Anda merasa kurang puas ketika makan di warung – warung yang ada di tepi danau, Anda bisa mencoba memancing atau menangkap ikan bersama nelayan lalu membakarnya di tepi danau bersama keluarga atau teman – teman. Hal ini bisa jadi pengalaman yang menyenangkan ketika Anda berkunjung ke Danau Singkarak.
Sebagai danau kebanggaan warga Sumatera Barat yang sekaligus menjadi tempat wisata alam andalan, Danau Singkarak pernah menjadi bagian dari Tour de Singkarak. Tour de Singkarak adalah sebuah event balap sepeda tingkat internasional yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Tour de Singkarak didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Amaury Sport Organization yang merupakan penyelenggara event serupa di Perancis bernama Tour de France.
Tour de Singkarak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009. Waktu penyelenggaraannya berlangsung selama seminggu antara bulan April – Juni dengan tujuh etape yang harus dilewati oleh peserta. Tour de Singkarak tak hanya sekadar lomba balap sepeda di jalan raya, namun juga pengenalan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Provinsi Sumatera Barat. Sepanjang rute yang harus ditempuh, peserta akan disuguhi pemandangan keberagaman budaya Minang dan juga keindahan alam Provinsi Sumatera Barat.
Tour de Singkarak dimulai dari garis start yang ada di kota Padang dan berakhir di Dermaga Danau Singkarak. Kemudian sejak tahun 2012, garis start dimulai dari Kota Sawahlunto yang merupakan sebuah kota tua bersejarah di Provinsi Sumatera Barat dan berakhir di kota Padang. Meskipun tak lagi menjadi lokasi garis finish, namun Danau Singkarak masih tetap menjadi bagian dari Tour de Singkarak bersama dengan Danau Maninjau dan beberapa tempat wisata menarik lainnya.
Danau Singkarak Sumatera Barat (Doc. anekatempatwisata.com)
Tercatat sekitar 19 jenis ikan yang hidup di perairan Danau Singkarak saat ini. Salah satu dari jenis ikan tersebut adalah ikan bilih yang memiliki nama latin Mystacoleucus padangensis. Ikan bilih menjadi istimewa karena hanya bisa hidup di danau ini saja. Banyak yang mencoba mengembangbiakkan ikan ini di luar Danau Singkarak, namun selalu gagal karena ikan bilih selalu mati jika berada di luar perairan Danau Singkarak.
Ikan bilih normalnya berukuran kecil dengan panjang maksimal mencapai 10 cm. Sisik ikan bilih berwarna perak berkilauan. Dari 19 jenis ikan yang ada, ikan bilih inilah yang jumlahnya diperkirakan paling banyak di perairan Danau Singkarak. Karena jumlah ikan ini yang melimpah sehingga ikan bilih menjadi sumber pendapatan warga sekitar.
Biasanya nelayan menangkap ikan ini untuk dijual ke warung – warung. Ikan ini paling nikmat jika digoreng dan dicocol dengan sambal. Selain dijual di warung – warung, ikan bilih goreng kering juga tersedia di tempat penjualan oleh – oleh yang ada disekitar tempat wisata ini. Biasanya ikan bilih goreng kering dikemas dalam plastik dengan berbagai ukuran dan bisa Anda jadikan sebagai oleh – oleh khas Danau Singkarak.
Karena tergolong dalam kategori danau tektonik, ukuran Danau Singkarak masih dapat berubah mengikuti pergeseran lempeng bumi. Menurut hasil penelitian para ahli, panjang danau pada awalnya hanya 3 km, kemudian bertambah menjadi 8 km, 13 km dan sekarang sekitar 23 km. Panjang danau ini diperkirakan masih akan terus bertambah.[] Sumber: katalogwisata.com
Peta Lokasi Danau Singkarak, Sumatera Barat

Thursday, 7 December 2017

Festival Danau Toba 2017

Acara Pariwisata Tahunan yang Paling Besar dan Meriah di Sumatera Utara

Festival Danau Toba, 6-9 Desember 2017. (Doc. pesonawisata.com)
Simalungun - Danau Toba yang megah di Sumatera Utara akan melanjutkan perayaannya dengan mengadakan Festival Danau Toba yang menarik pada tanggal 6 sampai 9 Desember 2017. Tahun ini, festival tahunan ini akan berpusat di Bakkara, Kabupaten Humbang Hasudutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara.
Festival Danau Toba akan mencakup kegiatan komprehensif dari musik, seni dan kerajinan, kompetisi olahraga tradisional, seminar pariwisata, hingga pameran. Diantara beragam kegiatan festival tersebut adalah: Parade Gerobak Terhias bertema 'Ulos', Tarian Kolosal Puak, Lomba Lari, Lomba Renang Rakyat,Geopark Kawah Danau Toba, Lomba Perahu Naga Solu, Tari Mocak dan Tor tor Tumba, Geopark Ucok Butet, Pawai Keindahan Toba, dan banyak lagi. Festival ini juga akan menampilkan pertunjukan seni dari kabupaten-kabupaten sekitar Danau Toba termasuk dari Sibolga, Batubara, Dairi, Karo, Samosir, Toba Samosir, Padang Lawas, dan Tapanuli Utara.
Terbentuk melalui ledakan gunung berapi  pada zaman purba, danau besar ini dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan dan tradisi yang kaya. Daerah ini dianggap sebagai tempat kelahiran orang Batak - kelompok etnis asli Sumatera Utara.
Danau Toba adalah salah satu keajaiban alam yang paling menarik di dunia. Mencakup lebih dari 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman 450 meter, Danau Toba diakui sebagai danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia. Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa Danau Toba yang merupakan danau kawah, sebenarnya terbentuk melalui satu mega ledakan di bumi pada zaman purba. Banyak ilmuwan percaya bahwa peristiwa vulkanik super tersebut membuat planet ini jatuh dalam musim dingin vulkanik selama 6 sampai 10 tahun.
Saat ini, wisatawan bisa mencapai Danau Toba dari bandara Silangit, memotong waktu tempuh menjadi hanya 1,5 jam dibandingkan dengan perjalanan darat selama 5 jam dari Medan, ibu kota Sumatera Utara. Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air memiliki penerbangan reguler ke Silangit dari Jakarta serta penerbangan harian dari bandara Kuala Namu Medan.
Tersedia banyak hotel di sekitar Danau dan di pulau Samosir.

Pastikan untuk memilih Danau Toba sebagai tujuan Anda selanjutnya![] Sumber: pedomanwisata.com

Tuesday, 5 December 2017

Pantai di Iboih (Sabang) 

Surga yang Tersembunyi di Pulau Weh

Pantai Iboih (Doc. pedomanwisata.com)
Semua diam dengan perahu kayu yang tampak mengambang di udara, tetapi sebenarnya secara perlahan bergerak sepanjang perairan dangkal Pantai Iboih: air begitu tenang dan jelas bahwa rasanya seolah-olah mengambang di udara. Pantai yang indah dan alami di Iboih pasti akan mengubah persepsi Anda tentang perahu yang datang untuk berlabuh di dermaga.

Pantai Iboih, juga dikenal sebagai Teupin Layeu, terletak di seberang tepi barat Pulau Weh yang legendaris, atau pulau Weh, di bagian utara Aceh, provinsi paling utara Sumatera. Bila dibandingkan dengan tapal kuda berbentuk U, Iboih terletak di kiri lengkungan. Lokasi geografis menghadap Samudera Hindia yang terbuka bagi siapa saja untuk datang atau pergi kapan saja, tapi kenangan dan pengalaman yang diterima di sini tidak akan terlupakan begitu saja.

Kota Iboih, terletak di Pulau Weh adalah titik paling barat dari Indonesia. Pantai Iboih (Iboih Beach) akan membawa harapan Anda atas 'keindahan alam' ke tingkat yang baru. Pulau kecil, surga yang tersembunyi sebagian besar tetap tak tersentuh oleh banyak kunjungan wisatawan, memberikan suasana yang lebih santai dan santai. Hutannya dengan baik dilindungi oleh garis pantai Iboih yang menawan, pasir keemasan yang penuh dengan batu-batu raksasa. Air dangkal laut yang begitu jelas dapat melihat dasar laut, memiliki rona kebiruan-hijau yang memancarkan perasaan damai dan relaksasi. Pantai yang tampaknya melengkung, menyerupai bibir, tersenyum dan menyambut orang-orang untuk datang dan mengambil bagian dalam kehangatan dan melihat flora dan fauna yang eksotis dari hutan hujan tropis yang merupakan bagian dari kekayaan alam Indonesia.

Dekat kota Iboih merupakan cagar hutan lindung yang luas. Tidaklah berlebihan bila hutan lindung ini digambarkan sebagai surga, seperti dicatat oleh banyak wisatawan yang mengunjungi. Anda dapat menjelajahi hutan yang memiliki pantai yang indah di dekatnya yang tersedia ketika Anda ingin mendinginkan hati dan berenang di antara ikan kecil dan karang yang berwarna-warni. Pohon-pohon hutan tropis juga memberikan keteduhan ke banyak bagian pantai berpasir.

Banda Aceh adalah pintu gerbang ke Iboih, tergeletak 40 km ke selatan di ujung Provinsi Aceh. Waktu penerbangan dari Jakarta ke Banda Aceh adalah sekitar 2 jam, 40 menit. Ada penerbangan setiap hari ke Banda Aceh dari Jakarta dan Medan dengan Garuda Indonesia dan Lion Air.

Mencapai Lokasi
Dari Banda Aceh, pergilah ke pelabuhan Ulue-Lue di mana Anda memiliki pilihan, apakah naik feri atau speedboat ke Sabang, di Pulau Weh. Speedboat seharga Rp. 50.000 dan memakan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Pelabuhan Sabang dengan keberangkatan dua kali sehari. Perjalanan feri akan memakan waktu sekitar 2 jam dan biaya Rp. 20.000. Saat Anda masuk ke Pulau Weh, Anda dapat naik bemo (minibus) ke Iboih sekitar 40 menit melewati pedesaan indah yang dan berbukit melewati.
***
Peta Lokasi Pantai Iboih, Sabang
***
Aktifitas
Kegiatan yang paling populer di Pantai Iboih adalah menyelam, snorkeling dan eksplorasi hutan. Pulau Weh dan sekitarnya pantai, termasuk Pantai Iboih, yang terkenal dengan ekosistem bawah air yang beragam. Iboih memiliki banyak titik untuk menyelam dan snorkeling dengan ombak yang tenang. Sedikit ke barat dari Pantai Iboih, wisatawan juga dapat menemukan lokasi surfing di mana terdapat gelombang yang jauh lebih besar.

Menjelajahi pantai Iboih dengan kontur berbukit bagian dalamnya akan memberikan petualangan instan. Sepanjang pantai banyak batu-batu besar dan formasi batuan yang membuat pemandangan yang menarik dan menjadikannya momen yang terbaik untuk berfoto.

Snorkeling adalah kegiatan favorit dan banyak orang yang tidak sabar untuk menempatkan barang-barang mereka sebelum menyelam ke dalam air laut biru untuk menjelajahi karang di sepanjang dasar laut. Banyak wisatawan menjelaskan bahwa perairan Iboih merupakan akuarium, karena kejelasan dan terdapat berbagai karang dan makhluk laut.

Berjalan-jalan ke pantai merasakan petualangan yang damai tapi mengesankan. Anda mungkin akan terkejut ketika Anda menyadari bahwa sebagian besar laut di Iboih relatif tidak mendapat banyak gelombang. Suasana yang umumnya sunyi, pantai memberikan kesan yang sama sekali berbeda dari pantai-pantai lainnya yang menawarkan ombak yang keras.

Atraksi lain yang populer di Iboih adalah menyelam. Baik penyelam berpengalaman dan tidak begitu berpengalaman datang dari seluruh dunia untuk menyaksikan pembentukan gunung berapi aktif yang terletak di bawah permukaan perairan ini. Gunung berapi ini meletus di era Pleistosen dan dikatakan apa yang akhirnya memisahkan Pulau Weh dari pulau utama Sumatera. Menyelam di sekitar Pulau Weh, yang memiliki ribuan titik menyelam, - satu berada di Pantai Iboih, - dikatakan menjadi salah satu tempat terbaik di Indonesia.

Kunjungi tempat menyelam seperti Seulako Barat, Taman Laut Rubiah, Rubiah utara dengan perairan yang tenang, atau Batee Tokong. Pantee Aneuk Seuke atau 'The Canyon' menawarkan gua, lengkungan, dinding dan ngarai sering dengan pengunjung yang lebih besar seperti manta, barakuda, belut Moray, dan ikan wrasse napoleon. Temukan spesies lain saat snorkeling atau menyelam seperti ikan katak, ikan jarum, anthias, ikan terompet, ikan kalajengking, hiu ujung hitam, penyu sisik, barracuda, nudibranch dan anemon laut lainnya semua dalam perairan ini .

Selain dari petualangan laut yang jelas, Pantai Iboih juga menawarkan hutan yang menarik wisatawan. Ada banyak spesies eksotis yang mendiami hutan. Hutan Rekreasi Iboih terletak berdekatan dengan Taman Laut Rubiah. Hutan ini mencakup sekitar 1.300 hektar dan juga dilindungi sebagai cagar alam khusus untuk Pulau Weh. Hutan hutan tropis yang tebal dan meskipun padat dan agak sulit untuk berjalan-jalan, pengunjung didorong untuk mengeksplorasi dengan pemandu. Hutan ini adalah rumah bagi berbagai jenis hewan. Melihat monyet liar, segala macam reptil yang kecil dan besar, dan berbagai burung berwarna-warni. Saat senja, babi hutan dan kawanan kelelawar buah raksasa adalah pemandangan yang pasti.

Iboih dilengkapi dengan fasilitas dan akomodasi yang cukup lengkap. Hotel, bungalow, kafe, restoran, sewa perahu, menyelam dan berselancar penyewaan peralatan semua banyak tersedia di sini. Sewa kapal dapat ditemukan di Iboih yang menawarkan tur Pulau.

Penginapan
Penginapan di Desa Iboih adalah gaya bungalow - baik di pantai, di pusat desa atau tepat di belakang dekat hutan.

Bungalow di Iboih telah sangat meningkatkan standar mereka selama beberapa tahun terakhir. Bungalow murah masih ada, tetapi saat ini bungalow  terdapat kamar mandi pribadi, bahkan dengan AC dan air panas. Mayoritas Bungalow di Iboih berada dalam barisan di sepanjang pantai.[] Sumber: pedomanwisata.com

Pemandian Air Panas Ciater Provinsi Jawa Barat

Pemandian Air Panas Ciater, Jawa Barat. (Doc. wisatajalan.com) 
Haloo sahabat. Kali ini Menatap Indonesia akan membagikan artikel berupa tempat wisata sebagai penambah pengetahuan dan wawasan sahabat terutama bagi yang memiliki hobi travelling. Pada artikel ini akan dibagikan mengenai tempat wisata yang dapat sahabat kunjungi dan semoga artikel ini mungkin bisa sangat bermanfaat bagi sahabat. Kalau begitu langsung saja kita baca artikel ini yang berjudul Pemandian Air Panas Ciater, Provinsi Jawa Barat yang dikutip dari situs.

Setiap orang pasti pernah merasakan penat atau bosan serta lelah dalam hidupnya setelah menjalani aktivitas kerja yang cukup padat. Salah satu solusi yang tepat untuk melepaskan itu semua adalah dengan melakukan liburan. Liburan tidak harus dilakukan keluarg negeri, sebab negara kita Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa yang dapat membangkitkan kembali semangat yang ada. Terutama ke tempat-tempat liburan yang memancarkan pesona kekayaan alamnya, salah satunya adalah Pemandian Air Panas Ciater. Selain memiliki panorama alam dari Gunung Tangkuban Perahu, mata air panas yang dimiliki juga sangat bermanfaat bagi sahabat. Sebab dengan berendam di pemandian air panas langsung, badan yang terasa lelah lelah dan saraf dari otak akan kembali lagi menjadi lebih fresh.

Pemandian Air Panas Ciater merupakan tempat wisata yang terletak di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Tempat wisata ini bisa terbilang salah satu primadona bagi para wisatawan atau travelling domestik maupun mancanegara dari beberapa tempat wisata yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat. Terbukti, dalam satu bulan lokasi wisata ini mampu menyedot wisatawan hingga 60.000 orang. Itu merupakan suatu hal yang sangat luar biasa.

Tempat wisata Pemandian Air Panas Ciater yang berada tepat di Kabupaten Subang ini sempat banyak yang salah beranggapan mengenai daerahnya. Pawa wisatawan yang berasal dari luar Provinsi Jawa Barat dan Mancanegara menyebutkan lokasi daerah pemandian ini berada di Kota Bandung. Hal ini bisa dimaklumi, karena jarak lokasinya yang dapat ditempuh dengan hanya memakan waktu 15 menit dari lokasi wisata Lembang, Bandung.

Berada di atas ketinggian 800 meter dari permukaan air laut dan berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu, menjadikan tempat wisata Pemandian Air Panas Ciater memiliki udara yang cukup sejuk. Sensasi luar biasa akan sahabat dapatkan di sini, karena nikmatnya berendam air panas pada udara yang terbilang sejuk.

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pemandian Air Panas Ciater, sahabat dapat menikmati dua lokasi pemandian yang ada, yaitu pemandian air panas yang alami langsung di sungai dan satu kolam permandian air panas umum. Selain kedua tempat tersebut, jika sahabat ingin mandi air panas tanpa diganggu orang lain, tempat wisata ini juga menyediakan kamar-kamar air panas yang disediakan oleh pengelolah tempat lokasi wisata Pemandian Air Panas Ciater.

Harga Tiket Masuk dan Jadwal Buka Lokasi Wisata
Harga tiket masuk untuk dapat menikmati hangatnya Pemandian Air Panas Ciater sangat terjangkau bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Berikut perkiraan daftar harga tiket masuk Pemandian Air Panas Ciater, yaitu:
• Tiket masuk Komple Pemandian Air Panas Ciater: Rp.15.000-Rp.20.000/orang;
• Tiket masuk kolam air panas: Rp.80.000/orang;
• Tiket masuk kolam pemandian air panas sederhana: Rp.20.000-Rp.55.000/orang.

Harga tiket kemungkinan dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu untuk informasi harga tiket masuk Pemandian Air Panas Ciater terbaru serta sahabat travelling mau membuat kegiatan, acara, hingga tempat reservasi pernikahan, sahabat dapat menghubungi nomor Handphone (Hp) karyawan ditempat lokasi wisata. Nomor Handphone yang dapat dihubungi adalah 0812-2436-5169.

Jadwal buka Pemandian Air Panas Ciater adalah:
Buka setiap hari, Senin-Minggu selama 24 jam.

PETA LOKASI WISATA PEMANDIAN AIR PANAS CIATER JAWA BARAT
  
Nah, itulah sedikit informasi tempat wisata yang Menatap Indonesia dapatkan dari blog yang menulis artikel tentang tempat-tempat wisata di Provinsi Jawa Barat. Bagi sahabat semua yang memiliki hobi travelling dan ingin sekedar refreshing menikmati liburan namun belum pernah berkunjung ke Pemandian Air Panas Ciater, Provinsi Jawa Barat. Sahabat sudah bisa mengumpulkan uang untuk dapat berkunjung kemari.

Sekian artikel mengenai Pemandian Air Panas Ciater, Provinsi Jawa Barat. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk sahabat semua. Kalau begitu sampai jumpa pada artikel tempat wisata berikutnya dari Menatap Indonesia. 

Translate

Artikel Terbaru

Artikel Populer